Sudah ada yang kabur naik jet pribadi via Halim minggu subuh yang sebelumnya tengah malam bertransaksi masif ke Bank Digital dan E-Wallet milik kerabat dekat pejabat pengambil keputusan dengan nominal rata-rata utk mengelabui sistem kepatuhan perbankan.
Dana cair ke rekening vendor beberapa saat sebelum kabur. Vendor hantu ini berkantor di kantor kosong daerah Jakarta Barat yang menjadi kedok utk menyembunyikan “Beneficial Owner” yg sebenarnya dibalik layar..
Anggaran yg dimandatkan untuk stunting dan gizi buruk kini sudah bertransformasi menjadi GIZI BAGI OLIGARKI.
Next, akan ada pengalihan isu utk menutupi ini yang sedang ramai 🔥
~ foto lama hanya utk pemanis ☕️
Ternyata laki laki bisa jadi qowwam tuh salah satu efek terbesarnya kalau dididik sejak kecil oleh ortunya agar qowwam saat dewasa. Islam sedetail ituu!🥹🤍
Gimana caranya?👇🏻
Dan malah anggaran pendidikan dipotong dan jadi prioritas pendamping bersama kesehatan, bye. 🫨 Kesehatan dan edukasi adalah prioritas utama. Apa sengaja masyarakatnya mau dijaga berkualitas rendah terus, IQ jongkok terus? Supaya apa?
Sebagai anak Kaltim, orang-orang suka heran sama preferensiku yg lebih milih perbaikan RS daerah & bangun puskesmas dg fasilitas rawat inap ketimbang gedung kemenkes megah baru di IKN.
Jawabannya:
Debat team bubur diaduk atau nggak diaduk? That I can understand.
Debat indomie goreng atau indomie kari yang lebih enak? That I can also understand.
However, ketika ada genosida yang sedang terjadi and you’re wondering whom you should support or your stance is “neutral”? That, I could never understand.
More than 8 thousand are killed (and the number is growing). It’s not even a war, it’s genocide. And you’re still confused or neutral? They are being slaughtered and murdered left and right. Their homes are gone, forever. They have lost their loved ones, simply by being existed. Those who are perished, most of them are children.
The least you could do is stand with humanity. Stand with the people of Palestine.