Setuju, dan menurut aku, dengan mereka yang ulangin perkataan suo (soal nire yang annoying etc) malah kesannya mereka gak nangkep sama apa yang manga nya coba tunjukkin
Aku kira kita semua tau yang suo omongin itu bullshit?? 😭😭
Yang bikin aku sedih tuh, ketika suo bilang kalau nirei sebenernya udah 'improve' sama dia yang sekarang. Sedangkan nirei sendiri malah (maaaybe) berpikir yang sebaliknya.
Dia ngerasa dia lagi-lagi jadi 'victim' yg mana itu adalah hal yang dia mau banget dia ubah dari dulu wkwk
The decision to "have revenge" was written to be a decision that these teenagers made, not because Nirei was hurt, but because they saw that their friend was hurt. They would've done this with anyone else, and DID (KEEL arc)
every time i see ppl say “well nirei started the fight did we all forget that-“ it actually ticks me off cause it’s like they’re implying nirei did something wrong when he only did it cause he wanted answers. and im not blaming 🫖 either let me state that first.
Hai, aku biasanya ga pernah nimbrung sama pembahasan wb, tapi aku harus yapping soal ini takutnya ntar malam gabisa tidur.
Orang-orang bilang kita terlalu mem-villain kan 🫖 padahal 📒 yang mulai pertarungan duluan dan seolah-olah 🫖 gak salah apa-apa. Cont.
Banyak yang bilang nirei terlalu ikut campur dan nyebelin mau tau segalanya, tapi kalau gak kayak gitu, kita gak akan tau sama apa yang sebenernya suo alamin.
Nirei mungkin ga terpengaruh sama "we aren't anything" yg suo bilang karena dia tau itu bullshit. Tapi klo suo ga bikin ekspresi kayak gitu, nirei gaakan bertekad buat nyari suo, sakura gaakan rela sampe harus tanya endo,
after suo blg “arent anything” emgnya gak wajar ya nirei kesel????? suo bisa aja loh bikin nirei pingsan (waktu nirei ngeliat mukanya suo terakhir kali) gaperlu dibonyokin gitu ahkkkk
Sakura dan yang lainnya mungkin selamanya akan mikir kalau suo itu purely jahat. Tapi suo bikin muka kayak minta ditolong gitu gimana nirei bisa percaya gitu aja?😭
nirei himself didn't care about the physical aspect because again this is a world where fights are conversations. him getting beat up isn't the bigger issue, it's the fact that it was suo doing it. the betrayal is more important than the bruises.
kalo dari awal si suo emang mau ngilang dengan damai aman sentosa sejahtera, aku yakin dia punya segala macem hal daripada nemuin nirei. dia bisa bikin alasan a-z biar nirei stop, tapi malah dia milih ninggalin jejak di nirei dengan ngegantung gitu.
inget gak sih cara dia pamitan? pas nirei tanya ini itu sampe kenapa gak nyampaikan sendiri ke sakura sama temen2 sekelas, tapi dianya kek macem "yaudah cuma itu aja yang mau aku sampein, dah nirei" (gak sih gak segininya, tapi vibenya gini gak sih wkwk)
ini tuh ibarat, dia 'gamau ribet', tapi yang ditemuin nirei yang tau lah anaknya gimana, tapi si nirei 'disuruh' cari alesan yang masuk akal kenapa suo pergi, kan kek😭🤌
@trashships_ Di tiktok ada beberapa yang komen kayak "emang suo salah apa kan nirei duluan yang ngajak berantem" bacanya bikin aku mau cekik diri sendiri rasanya😭😭
Honestly, I don't really see class 1-1 wanting to get back at 🫖 for hurting 📝 as making 📝 a victim. 🤔 He initiated the fight, so of course he isn't a victim, but 🫖 hurt him more than was necessary(for whatever his reasons). But more than anything, if one of your own gets
Aku bikin thread ini purely buat curahin apa yang ada di pikiran aku. I hope no one misunderstand this as an attack and i simply do not want to offend anybody.
Hai, aku biasanya ga pernah nimbrung sama pembahasan wb, tapi aku harus yapping soal ini takutnya ntar malam gabisa tidur.
Orang-orang bilang kita terlalu mem-villain kan 🫖 padahal 📒 yang mulai pertarungan duluan dan seolah-olah 🫖 gak salah apa-apa. Cont.
📒 gak berharap buat menang kok. Dia tau banget kalau dia gak sekuat itu. Dan dengan ngajak 🫖 berantem, dia paham banget kalau dia yang bakal kalah disini.
Dia tau banget hasilnya, dan 📒 tetep ngelakuin itu dengan harapan 🫖 mau terbuka sama dia