(1) kepada 2 Oktober 2025, semenjak kebusukannya ku bongkar malam itu hidupku tak lagi sama. aku merasa setengah dari diriku hilang, arah dan tujuanku tersapu oleh bayang-bayang penghianatan. mungkin untuk beberapa waktu aku memang hancur, atau mungkin logikaku sudah mati?
(4) lantas bagaimana kabarku skrg? aku hanya mampu berdamai dgn diriku sendiri, meskipun rasa dendam sesekali datang menghampiri dalam hati. tapi memangnya aku siapa? apakah aku layak melakukan pembalasan? aku tak ingin lancang mendahului takdir yg disiapkan Tuhan
(3) perselingkuhan memang keparat, yg membuka pintu selingkuh adalah bajingan, dan yg masuk kedalamnya ialah bangsat. tak perlu ku jelaskan lagi bagaimana rasanya jadi korban perselingkuhan, kau tak akan paham kalau tak mencobanya sendiri. itupun kalo kamu kuat, hahaha
(2) ... delapan bulan sudah berlalu, tapi rasa sakit itu tidak pernah pergi dari ingatanku. betapa pilunya diriku menangisi nasib dari perasaan tulusku, betapa rasa tak terimaku menjalar segala pikirku. aku terkoyak oleh harapanku sendiri
dear laki2,
hati2 ya, kalau kita sudah merasa punya penghasilan yg cukup mapan, punya istri yg baik, punya anak yg lucu2,
jangan coba "main api", jangan cari yg aneh2, kalau mulai jenuh di hubungan coba bicarakan dengan istri, cari solusi bareng2 agar hubungan kembali "menyala" lagi. atau kita coba cari tantangan baru di kerjaan/bisnis agar tenaga dan fokus kita bisa jadi sesuatu yg lebih berfaedah.
ingat kembali kenangan2 bersama pasangan kita, di saat baru pertama kali ketemu, momen2 sweet yg pernah terlintas, sampai lewatin susah dan sulitnya hidup dari 0.
pada akhirnya kesenangan sementara itu akan membawa pada neraka kehidupan selamanya, bahkan bukan cuma di dunia, di akhirat juga. kesenangan sementara itu bisa hancurkan masa depan anak2 kita.
kalau sudah terjadi penyesalan sudah tidak ada artinya, mati-pun tidak bisa memperbaiki.
ini jg sebagai pengingat buat saya pribadi.
*efek abis nonton la tahzan di netflix π
aku ga prnh nyangka kalo endingnya bakal kyk gini. aku kira kemarin perasaan cemburuku itu dipahami, ternyata seakan-akan aku ini bunuh diri. tak ada lagi bujukan, tak ada lagi rayuan, ntah karena udah ga lagi sayang ataupun dia udah menyerah. hubungan ini ga singkat tapi...
... tapi berakhirnya sangat singkat. cukup satu malam, kita udah ga ada, tersisa aku dan kamu. sakit, pilu, ntah kalimat apa yang cocok untuk mengungkapkan perasaan ini. akan aku kejar sampai aku lelah, sampai aku bisa menyerah, bukan aku pesimis. hanya saja aku kasian pada...