"Her[Son Yejin] approach of confidently accepting the public eye without avoiding it was praised as demonstrating the true "dignity of a top actress." 🙌
You can always count on her to face situations head-on with confidence and dignity. Even when she's not at fault....❤️
작년부터 팬 아닌 사람들이 봐도 문제가 많아 보이는 헤메코 때문에 관련 게시물에 이런 류의 댓글 수두룩 빽빽이었는데 매번 예쁘다해주고 눈감고 넘어가주니까 진짜로 괜찮은 줄 아는것같음 절대 아니니까 제발 모니터링을 좀 하세요
우리가왜저런거보고속상해해야되지
https://t.co/NFWvJqXAls
LMAO, these comments under this clip from 'A Moment to Remember' (starring Son Yejin and Jung Woo-sung)...
"Hyunbin hates this video 😂"
"The reason for filming 'Made in Korea'."
Ada yang bahas kunci kesuksesan Park Jihoon, yang sekarang lagi trending di entertainment Korea dan diakui sebagai aktor papan atas dengan skill yang ga main2. Jadi, salah satu kunci suksesnya tuh kemampuan visual yang kayak bunglon.
Jihoon disebut punya pesona unik, perpaduan wajah cute (boyish) tapi punya sisi maskulin yang tajam. Dia pinter banget manfaatin kelebihan ini lewat totalitas fashion di tiap proyeknya.
The King's Warden: Lewat jubah raja (gonryongpo) yang mewah tapi berat, Jihoon sukses memancarkan kesepian dan kesedihan King Danjong, raja muda yang dibuang, bikin penonton langsung empati.
Weak Hero Class 1: Berubah 180 derajat. Dengan muka pucat, penuh luka, dan seragam sekolah, dia memancarkan aura pemberontakan remaja yang super intens dan penuh energi.
The Legend of Kitchen Soldier: Waktu pakai seragam tentara, Jihoon kelihatan tegas dan disiplin. Tapi pas ganti ke baju koki, auranya kerasa hangat dan profesional. Bikin publik gampang percaya sama karakternya.
Acara resmi dan foto profil: Pas di red carpet Baeksang, dia tampil karismatik pakai tuksedo klasik yang nunjukin kedewasaannya sebagai aktor formal. Sedangkan di foto profil, dia bisa berubah chic pakai turtleneck hitam.
https://t.co/oNmyiSmlW0
Alasan The King's Warden ga menang Best Film meski tembus 16 juta penonton, karena juri Baeksang lebih memprioritaskan kualitas teknis yang menyeluruh.
Menurut juri, popularitas Wangsanam udah terbukti di box office, tapi untuk kategori Best Film, keseimbangan aspek artistik mulai dari sinematografi sampai musik tetap jadi poin utama.
Jadi mereka akhirnya sepakat milih No Other Choice yang dianggap punya eksekusi produksi lebih solid dan detail.
Intinya, juri merasa penghargaan ini harus lebih fokus ke nilai karya secara teknis dan estetika, bukan cuma sekadar melihat angka penonton yang fantastis aja.