Gara-gara Mr. PRABOWO ngomong:
'Katanya Iran sudah punya senjata nuklir'
Media asing akan bilang:
'Presiden Indonesia sebut Iran punya nuklir'
Padahal, IAEA sendiri gak ada konfirmasi hal tsb.
Ada beberapa konsekuensi akibat pernyataan blunder Mr. PRABOWO:
1. Indonesia ikut melegitimasi klaim yang belum terverifikasi di tengah ketegangan Timur Tengah yang sudah panas, padahal posisi resmi RI selama ini "non-blok" dan hati-hati soal isu ini;
2. Secara diplomatik ini berpotensi bikin canggung hubungan dengan Iran (yang selalu bantah punya nuklir), dengan Arab Saudi cs yang disebut-sebut mau ikutan, sampai negara-negara Barat yang concern soal proliferasi nuklir;
3. Di level nasional, org awam kek kita ini gampang menyimpulkan pernyataan presiden = fakta.
Tolonglah Mr. PRABOWO.
Bicaranya dibenarin dulu...
Negara udah mau 81 tahun,
Dipimpin kakek2 NPD 74 tahun,
Bank Sentralnya mau diisi lagi sama kakek2 79 tahun,
MANTAN NAPI KORUPTOR,
SKCKnya gimana BGST???
Wallahi we're really finished.
Saking seringnya liat berita anggaran abis triliunan, tadi pas baca ini sempet kek "oh 1 triliun" padahal TRILIUN. ALIAS 1.000 MILIAR..
Do we all realize how big 1 triliun is... 1 miliar aja udah jumlah yang kebanyakan dari kita gak akan liat seumur hidup.. ini 1000 milyar...
Bahkan saat bencana Covid-19 aja, negara sanggup gaji PNS, sampe disebut profesi paling stabil.
Artinya, dalam 2 tahun aja, rezim ini lebih buruk dampaknya dari pandemi.
😭😭😭
Mendesak apaan sih? Mbg cuma 1x dapet nyampe rumah malamnya laper lagi. Yg bener ya ngasih orang tuanya Lapangan pekerjaan yg layak itu satu keluarga gak bakalan kelaperan.
Gubernur Bank Indonesia Mengundurkan diri
Selama beliau menjabat berhasil meluncurkan:
- QRIS
Kita bisa dengan mudah transaksi antar e-wallet ataupun bank
- BI-FAST
dulu admin transfer antar bank 6,5k tapi karna ada BI-FAST jadi hanya 2,5k
Mundurnya Pak Perry Warjiyo bisa diartikan kalau Ekonomi kita tidak baik-baik saja 💀
@ardisatriawan Padahal kalau bapak-bapak di rumah punya lapangan kerja dan penghasilan layak, otomatis mereka bisa beliin makanan bergizi sendiri buat anaknya tanpa harus bergantung. Kenapa solusinya malah seakan-akan milih salah satu?
Kalimat di Kompas TV ini menampar telak rezim: "Kalau sekali dua kali itu kelalaian, tapi kalau berkali-kali dari Garut, Blora, Kulon Progo sampai Lampung, itu namanya NEGARA MERACUNI RAKYAT!" . Tahun ajaran baru bukan bawa prestasi, malah bawa trauma massal. Udah ganti pimpinan 3 kali tapi tidak ada sanksi tegas ke vendor/SPPG. Biadab!
Video ; kompas tv
Negaramu mampu membiayai 80.000 koperasi desa, 20-24 triliun utk 2 truk/unit, 1,8 triliun utk kipas angin
30.000 SPPG dengan operasional 1 triliun/hari, 30 triliun utk 2 mobil & motor/unit, 6 milyar utk kaos kaki
Dan terakhir, mampu menciptakan universitas baru (URI), dengan 10 kampus yang kisaran anggarannya 80-200 triliun
Tapi negaramu tidak mampu menghapus pajak buku, tidak mampu membiayai perpustakaan, tidak mampu menggaji guru yang layak, dan TIDAK MAMPU MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN!
kepada siapa mereka ini berpihak? yang jelas bukan kepada RAKYAT 🥲💔
• Ayah Ganjar Pranowo polisi pangkat rendah, ikut menumpas pemerontakan PRRI.
• Kakek Anies Baswedan ikut memperjuangkan kemerdekaan RI dengan paguyuban Arabnya.
• Yang satu lagi? Ayahnya jadi sponsor pemberontakan PRRI dan nenek moyangnya ikut menangkap Pangeran Diponegoro.
Jadi, siapa yang sebenarnya Londo Ireng?
Menurutku, media yang paling jago menyampaikan pesan saat ini ya Harian Kompas.
Foto anak SD makan program MBG di depan sekolah yang rusak di Grobogan itu daya ledaknya luar biasa. Sampai kepala negara ikut bereaksi dan melontarkan istilah "londo ireng".
Media lain mungkin perlu ribuan kata dalam artikel, bahkan ada yang bikin podcast sambil ngomel-ngomel. Tapi Kompas cukup lewat satu foto, pesannya langsung sampai.
Journalism at its finest.
Baru sadar juga, foto bertajuk "Menyantap Menu MBG di Sekolah yang Rusak" itu ternyata diambil di kota kelahiran Kepala BGN yang baru saja dilantik. Dalem banget maknanya.
Foto ini layak menjadi kandidat photo of the year. Imo. Kuat sekali. Presiden kudu marah ke kementerian terkait dan kepala daerahnya. Kog sekolah rusak tidak segera diperbaiki? Ini malah nuding jurnalis Londo Ireng. Media sdg lakukan tugas kontrol sosial kog. Harusnya Presiden terbantu cc @dewanpers@FJPINDONESIA