Aku kehilangan diriku, orang yang ku kasihi, cita-cita, harapan. Apalagi yang harus dipertahankan? Kenapa aku terus dipaksa untuk hidup, sedangkan aku sudah tidak ada lagi? Kenapa aku dibuat terus meringis tanpa dibantu? Kenapa setiap tadahan tanganku selalu ditolak?
Kenapa setiap usaha dan upayaku untuk bangkit, dunia dan takdir selalu membuatku tersungkur? Aku sangat bingung. Tak pantaskah aku merasa sedikit bahagia? Kenapa orang lain selalu mulu jalannya? Kenapa setiap rencanaku gagal? Apakah aku sejahat itu, sehingga tuhan tak mau lagi
Orang hebat2 banget ya. Apa ya yang salah sama aku? Padahal sudah berusaha, menempuh hal yang sama juga mereka. Membuang segala idealisme k. Namun tetap saja begini.
@krougee Kenapa harus ada kata-kata "masa harus tunggu perempuan dulu se pik up?" Padahal ketika kamu melihat ada hal yang salah tanpa pikir panjang kamu harus bereaksi dan membela korban. Apakah salah jika perempuan se pik up duluan kalo korbannya cowo?
Announcing Builder 2.0
We raised $67M to build collaborative coding for Claude and Codex
- Start tasks from a local branch, Slack or Jira
- Real-time collab between humans and agents
- 100s of parallel agents code, test, review
Reply "Builder" and I'll DM you 500 agent credits
@hamszz11@DaveGrieder Saya belum pernah bekerja disana bro. Ini menurut pengalaman teman saja, katanya profesional seperti guru, dokter dan sebagainya mendapatkan upah yang lebih banyak dan layak dibanding dengan di Indonesia. Koreksi kalo salah.
@adam7cards@DaveGrieder Bukan itu sih pointnya. Jumlah penduduk bukan menjadi halangan untuk menjadi maju bagi sebuah negara. Jadi jangan jadikan alasan jumlah penduduk besar lagi kalo nanti dibanter sama negara kecil dan penduduk sedikit yang maju. Emang bobrok aja.