Growing up means saying “yaudahlah” so many times because you realize there are some things you just cant change or arent worth the effort to be changed.
Jahat banget nyalahin warga yang jadi korban dengan bilang bahwa warga masuk untuk memulung besi.
Padahal ternyata warganya memang bekerja untuk membantu proses pemusnahan amunisi.
Presidennya : apapun masalahnya, MBG solusinya
Wapresnya : apapun masalahnya, AI solusinya
Gubernurnya : apapun masalahnya, barak militer solusinya
ini negara apa sih ajg....
Org indo underpaid, overworked, cuti dikit (dan masih ditanya alasan cuti), public holiday banyak kena julit… oh the amount of work we put…. segitu banyak sacrifice tapi org miskinnya masih 60%
Kirim anak-anak ke barak, terus jadikan konten, sambil jelek-jelekin ortu si anak. Oke gua gak suka bawa masalah pribadi, tapi karena doi duluan, bukannya elo juga cerai ya? Dan istri lo malah mocking lo dalam statemennya ke publik.
Perempuan kalo udah ngga virgin akan terlihat hina, laki laki yg body countnya lebih dari 10 masih bisa berkeliaran disosmed dan juga banyak dipuja puja. Kocak
Luna Maya nikah, banyak laki-laki komen segel rusak lah, janda lah, dll.
Padahal yang komen juga belum tentu perjaka pas nikah. Belum tentu masa lalunya suci bersih tanpa noda.
Jadi mikir, siapa sebenarnya yang rusak? Perempuan yang berani hidup dan bangkit lagi? Atau laki-laki dan society yang masih mengukur nilai perempuan dari selaput tipis dan masa lalu?