๐ฑ : Bobo Aun?
๐ถ : Bobo dong kan kenyang abis minum susu sebotol
๐ถ : Pegel juga yak pegangin dotnya padahal cuma setengah jam
๐ฑ : Kan udah aku bilang
๐ถ : Apa kabar kamu kalo lagi nyusuin
๐ฑ : Gampang itu mah
๐ฑ : Nyusuin bapaknya semaleman aja kuat
๐ถ : ....
๐ถ : Malam ini?
๐ถ : Ya?
โข Double Trouble โข
wisata masa depan bram dan adik ๐ฅฐ
๐ถ: Siapa waktu itu yang bilang mau jual adiknya yaaโฆ
๐ฆ๐ป: Byam.
๐ถ: Sekarang ngga jadi dijual? Padahal udah ada yang mau beli โบ๏ธ
๐ฆ๐ป: IHHH tidak boleh loh, adik tidak dijuwal.
๐ถ: Apa kasih tetangga aja?
๐ฆ๐ป: ISHHH BABEH!! TIDAK BOLEH LOH ๐ Suluh tetangga kita beli adik sendiri..
๐ฑ: Bram dulu katanya tidak mau adik ๐
๐ฆ๐ป: Itu dulu loh pii, seoyang laki-laki itu bisa belubah pikilan.
๐ฑ: Wkwkkw bahasa kamu bram ๐
๐ถ: Sekarang kenapa bram berubah pikiran?
Bram mengusap pelan kepala adiknya yang sedang tidur.
๐ฆ๐ป : Pas peltama kali liyat adikโฆ dia kicil sekali. Kalau byam tidak sayang sama adikโฆ nanti siapa yang jagain?
Babeh dan Papiya langsung saling berpandangan, menahan senyum haru.
๐ฆ๐ป: Tapiโฆ nanti kalau adik udah besalโฆ Jangan boleh punya abang baru ya.
๐ฑ: Hah? ๐
๐ฆ๐ป: Abangnya cukup Bram aja. ๐ค
๐ฑ: Jadi sekarang Bram sayang adik?โ
๐ฆ๐ป: Iya.
๐ถ: Seberapa sayang?
๐ฆ๐ป: Kalau adik nangisโฆ Byam tidak kesal, tapiโฆ. ikut sedih.
๐ฑ: Kalau adik ketawa?
๐ฆ๐ป: Bram ikut ketawa.
๐ถ: Kalau adik kentut?
๐ฆ๐ป: Auhhh peltanyaan babeh ini tidak sambung, melusak suasana saja. ๐
โข White Coats โข
Dokwon lagi nemeni Haeon yang lagi nonton animasi di ipadnya, mulutnya sibuk ngunyak biskuit. Matanya terus mengikuti gambar yang bergerak menceritakan tentang bayi didalam kandungan.
๐ง๐ป: Yayah, whatโs that tiny thing moving?
๐ฑ: Thatโs the babyโs heart, sayang.
๐ง๐ป: Oh? jadi jantungnya baby bisa dilihat dari dalam perut ya yayah.
๐ฑ: Iya sayang, Bapak bisa liat dengan alat USG. Jantung bayi yang bergerak itu buat mastiin bayinya baik-baik aja.
๐ง๐ป: Waaahโฆ canggih sekali ya alatnya.
๐ฑ: Haha iyaโฆ ๐
๐ง๐ป: Ummm, bagaimana kalau bapak nemuin jantung bayinya tidak bergerak yayah?
Sesaat Dokwon terdiam, dan dia mengelus kepala Haeon saat si kecil menoleh karena tidak langsung mendapat jawabannya.
๐ฑ: Bapak harus keluarin bayinya.
๐ง๐ป: Dikeluarian dari perut karena sudah waktunya ya Yayah?
๐ฑ: Hmmโฆ If the babyโs heart has stopped moving, it means the baby has already gone to Heaven. Then Bapak has to help bring the baby out.
Haeon menutup mulutnya dengan ekspresi terkejutnya, matanya membulat menatap Dokwon.
๐ง๐ป: Jadi artinya itu bayinya meninggal di dalam perut?
๐ฑ: Iya sayang.
๐ง๐ป: Hmmm ๐ฅบ how do the mommy and daddy feel? Their little baby isnโt with then anymoreโฆ Padahal mereka belum ketemu babynya, kan Yayah.
๐ฑ: Rasanya ya sedih sekali sayang.
๐ง๐ป: Seperti kehilangan teddy bear kesayangan?
๐ฑ: Iya, seperti kehilangan terddy bear kesayangan.
๐ง๐ป: Tapi kalau teddy bear kan bisa beli yang baru lagi yayah ๐ค
Dokwon mencium pipi gembil anaknya itu, dan tersenyum dengan hangat.
๐ฑ: Iya, mereka juga bisa punya baby yang baruโฆ seneng sekali rasanya. Sedihnya jauh lebih berkurang karna sudah ada sumber yang bikin happy lagi ๐ Tapiโฆ kadang mereka berharap punya semua teddy bear-nya nak, berharap ngga ada yang hilang.
๐ง๐ป: Hmm, itu artinya rindu ya yayah?
๐ฑ: Hahaha iya, betul rindu ๐ Rasanya selalu rinduโฆ.
Haeon menyadari dibalik senyum Dokwon, matanya berkaca-kaca. Jadi anak gadis itu memeluk leher ayahnya, menyenderkan kepalanya pada bahu Dokwon.
๐ง๐ป: *bisik* Jangan sedih Yayahโฆ
Walaupun tidak mengatakan apapun tentang apa yang terjadi dan sebisa mungkin menutupi perasaanya, anaknya itu seperti tau isi Dokwon.
โ a minwon au prompt
Setelah sebeuah tragedi yang mengubah hidupnya, Ghandy memilih menghilang dari hiruk-pikuk kota dan kembali ke desa sunyi tempat rumah peninggalan mendiang eyangnya. Baginya, hidup telah berakhirโyang tersisa hanyalah menjalani hari demi hari dalam kesendirian.
Namun takdir justru mempertemukannya kakak cantik seorang single parent, membesarkan putra kecilnya yang manis seorang diri. Pertemuan mereka dimulai dari hal yang paling sederhana: sekeranjang hasil kebun yang diantarkan ke depan pintu rumahnya.
โข White Coats โข
๐ถ: Haeon liat perut kamu tuh nakโฆ ya ampun ndutnyaaa, mirip siapa sih? *noel-noel gemes*๐
๐ถ๐ป: Peyut awon miyip yayah. *nunjuk perut dokwon* hihihi ๐ฅฐ
๐ถ: *panik*
๐ฑ: Yayah gendut ya dek? Hmmโฆ okay.
๐ถ: SAYANG NGGA!! Love, youโre not fat at all. Your body is absolutely stunning. Every curve, every little detail about you is PERFECT! Youโre gorgeous, love. More than youโll ever realize.
๐ฑ: Kamu jawabnya terlalu unrealistic, Min. Kamu bohong, anak kecil selalu jujur.
๐ถ: Ngga loh sayangโฆ ๐ญ
๐ฑ: Abang!! kamu liat ngga sih baju anak kamu udah belepotan gitu? auhhh aku tingga cuci tangan sebentar aja loh ๐
๐ถ: Abang lagi makan loh ayankโฆ
๐ถ๐ป: tadi byam sudah minta tolong loh papiโฆ tapi babeh cuma ketawain aja, sepeltinya dia memang menunggu papi saja yang ulusin byam.
๐ถ: Heh gausah manas-manasin.
๐ฑ: ๐ ๐ ๐
๐ถ: Ehehehe sini bram sayang ganti baju sama babeh yuk nak ๐ฅฐโค๏ธ Papi makan dulu ya yankโฆ enak loh makan ditaman gini. Heheheheheehe
*kecup jidat papiya dan ngibrit bawa bram buat ganti baju sebelum papi keluarin khodamnya*