@saico07_ Kalo aku maunya di mesjid yg bagus terus di belakang nya makanan yg enak² , udh makan solat bareng , masa pesta hura² ga solat🤣 , btw makasar itu bugis? Wkw
Sore2 dibikin nangis sama bapak driver. Pesen grabfood dgn pengiriman prioritas, estimasi pesanan sampai 20 menit. Liat maps udah 40 menit bapaknya dalam perjalanan tapi posisi di maps gak gerak, mungkin paket datanya dimatiin. Udah keburu bete dong.
Nangisnya tau knp.?.
Sore-sore dibikin nangis sama bapak driver. Pesen grabfood dgn pengiriman prioritas, estimasi pesanan sampai 20 menit. Liat maps udah 40 menit bapaknya dalam perjalanan tapi posisi di maps gak gerak, mungkin paket datanya dimatiin. Udah keburu bete dong. Pas bapaknya sampe, liat cara bapaknya bawa motor dan turun pelan2 bawa pesanan sambil senyum blg “maaf lama ya”, yg tadinya bete langsung ciut hati ini 😢 netes air mata. Ternyata bapaknya udah lansia dan kesulitan berjalan. Maafin ya pak 😭😭😭
cc : ariestadianty
Ceritanya suamiku lagi goreng tahu
👩🏻🦱: Mas, misalnya kamu jadi bapak rumahtangga mau gak?
🧑🏻: Kamu mau jadi TKW?
👩🏻🦱: Enggak, bukan gitu.. Maksudku misalnya aku jadi wanita karier, terus gajiku sekitar 2,5-3jt, tapi kamu harus di rumah aja nyiapin keperluanku mulai dari masak, nyiapin bekal buat aku, beberes rumah, nyuci, terus pas aku pulang semua harus udah rapi.
🧑🏻: (diem 🙈🙈)
👩🏻🦱: Kamu juga gak boleh dekil. Harus selalu wangi dan pake baju bagus. Tapi kamu cuma aku kasih 2jt/bulan. Mau gak?
🧑🏻: Kalau kerjaan sebanyak itu, 2jt aja gak cukup donk!!
👩🏻🦱: Laaaaahhhh kamu ada ngasih aku segituuuuu????
🧑🏻: Hehehe iya ya (sambil garuk-garuk kepala)
Bukti kalau perannya dibalik, cowok gak akan mampu 🤣🤣
Aku dikeluarkan dari arisan keluarga karena dianggap menunggak delapan bulan.
Di grup WA, Bude mengunggah daftar tunggakan. Namaku diberi warna merah dengan total Rp2,4 juta.
Aku langsung mengirim delapan bukti transfer. Semuanya masuk ke rekening Nisa, sepupuku yang menjadi bendahara.
Belum satu menit, dia menelepon.
“Hapus dari grup. Jangan bikin ramai.
Bude bilang rekening Nisa nggak pernah ditetapkan sebagai rekening arisan.
Tapi nomor itulah yang Nisa pasang di pesan grup. Sebelas orang lain juga rutin mengirim ke sana.
Setelah semua bukti dikumpulkan, ada Rp31,8 juta yang nggak pernah masuk pembukuan.
Malamnya Nisa mengaku. Uangnya dipakai membayar gedung pernikahan.
“Setelah akad aku ganti. Tinggal sepuluh hari lagi.”
Besoknya beberapa orang keluarga meneleponku bergantian.
Mereka nggak membahas uangnya. Mereka memintaku diam sampai pernikahan selesai.
Pakde bilang, “Uang masih bisa dicari. Kalau nama keluarga rusak, nggak bisa ditarik lagi.”
Aku membuat rekap semua transfer lalu mengirimkannya kepada seluruh anggota arisan.
Grup langsung sepi.
Arisannya dihentikan. Aku juga nggak lagi masuk grup keluarga.
Undangan pernikahan Nisa tetap dikirim kepadaku.
Di halaman terakhir undangan digitalnya ada nomor rekening untuk hadiah.
Nomornya sama dengan rekening tempat uang arisan kami hilang.
cc : rgjan03