Entah pada ruang atau seseorang, beruntunglah yang di ujung lelah punya tempat untuk berbagi resah. Romantis ga melulu soal cokelat atau bunga itu terlalu purba.
Aku lebih memilih menunggu-mu karena itu bukan hal yang sulit, justru melupakan-mu adalah yang tersulit. Kau selalu pantas untuk aku perjuangkan, untuk aku bahagiakan, untuk dicintai sehebat ini.
Rindu yang ku tanggung sendiran selalu menjadi hal remeh yang kau tangkap.
Rasa yang tak bernama selalu menjadi seperti lelucon yang kau anggap.
Hati yang tulus ini selalu menjadi perbandingan masa lalu yang kau uji.