"Mungkin ada sesuatu yang bisa dimakan kalau kita turun ke bawah?" Shima berucap sambil menatap @gaharujati dan @gemuruhtimur bergantian dengan nada yang lebih seperti ajakan daripada pertanyaan persetujuan.
"Aku juga perlu ke warung," Shima menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu.
Matanya melirik ke jam dinding di sekitar. Dalam perkiraan Shima yang sempat tumbuh di pedesaan, orang-orang desa beberapa sudah bersiap di waktu seperti ini. Tujuan mereka antara ladang atau berdagang.
ใ คใ ค
Rimba Dara, there's nothing I wish for more than for the strength of our friendship to carry us through many more years to come. Thank you for being here, and much love.
ใ คใ ค
@TamagoPost Kepulan asap dari rokok yang baru ia hisap terbang lambat di sekeliling. Matanya melirik heran puan di sampingnya, "Kenapa harus dipilih? Dikonsumsi bersama lebih nikmat." (3)
ใ ค
Mereka ituโyang sebagian jadi anginโmungkin tak masuk dalam statistik angka kehilangan di dunia yang terdogma logika pasti. Angka tak mampu mencatat dan ruang penuh teori terlalu angkuh membahas. Hidup dan mati adalah bayangan, itu yang Shima pelajari.
ใ ค
ใ ค
Entah sudah berapa yang pulang dari ranjang dingin ituโsebagian kembali pada fungsinya, sebagian meratapi nasib dan sebagian sampai hanya lewat kabar. Shima selalu paham, sebab angin membawa kabar lebih dulu daripada bibir.
ใ ค