Soal kasus penganiayaan yg berkaitan dengan anaknya. Achiruddin Hasibuan divonis 6 bulan penjara, nanti 27 Desember 2023 ini dia sudah bebas.
Setelah bebas nanti Achiruddin akan gugat Kapolda Sumut karen memecat dirinya dri Kepolisian atau PTDH.
https://t.co/ttmTycjNtN
Update.
Divonis bebas dari majelis hakim, spontan membuat AKBP Achiruddin Hasibuan melakukan sujud syukur saat sidang kasus dugaan penimbunan dan penyalahgunaan dan penimbunan BBM ilegal di Medan, buntut dari ramainy kasus yg meninpar ia dan naknya, Aditya
https://t.co/PWfAcsaptr
Berdasarkan saran psikolog dan beberapa kawan-kawan Twitter yg saya mintai pendapat. Gue izin undur diri, log out dulu dari semua medsos supaya lebih fokus saat konseling dan pemulihan diri. Maaf untuk temen-temen yg malam ini dan seterusnya DM jika pesan kalian baik pertanyaan, permintaan retweet suatu masalah, dan cerita permasalahan kalian gak gue balas. Semoga permasalah kalian cepat selesai, begitupun masalah gue.
Maaf juga buat temen-temen lain kalau ada tweet gue membuat kalian kurang berkenan, khususnya buat temen-temen di Twitter yg gak follow lalu merasa terganggu akibat tweet gue lewat di TL kalian, sehat dan lancar rezeki temen-temen semuanya ya. Amiin.
AKBP Achiruddin Hasibuan dipecat.
@poldasumut memecatnya dari Polri setelah sidang etik mutuskan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat karena membiarkan anaknya menganiaya Ken.
"Seharusnya melerai. Tapi dari fakta sidang kode etik hanya melihat" kata Kapolda
https://t.co/uYxEGLqq15
Saya ngga tau cara membalas kebaikan kalian semua, dan dengan cara apa saya membalasnya? Karna jasa yang kalian berikan sangatlah luar biasa dan tidak bisa di gantikan oleh apapun.
Padahal kita tidak kenal satu sama lain, kita juga tidak pernah bertemu sebelumnya. Tapi apa yang sudah kalian lakukan untuk keluarga saya sangatlah luar biasa bahkan terlalu baik untuk keluarga saya.
Tidak berhenti saya mengucapkan syukur,terimakasi,memohon, dan amat sangat terimakasih untuk orang-orang yang ikut serta membantu kami dalam kasus ini.
Mungkin ini yang dinamakan cinta pada keluarga yang sangat besar dan begitu dalam, apapun saya taruhkan untuk hari ini, untuk saat ini, dan detik ini. Tanpa jari2 kalian kasus ini tidak akan menemukan titik terang, dalam hati saya yang paling dalam dan tulus dari lubuk hati saya.
Hari ini tanggal 3 May 2023, saya Dinda Shafa Yana mau menuangkan sesuatu yang sangat berharga untuk dibaca oleh teman teman semua. Tepat tanggal 22 Desember 2022 dimana hal yang saya tidak akan ingin merasakannya lagi untuk kedua kalinya di dalam keluarga & sekeliling saya.
Dipersilahkan untuk keluarga Aditya kalau mau melaporkan saya karena memviralkan perkara ini. Soal chat antara Aditya dan Ken itu sudah dibahas di konpers polisi kok, butut kejadian chat itu kejadian tanggal 21 Desember, yg jadi sorotan adalah kejadian di 22 Desember.
Akibat dari chat ini maka terjadilah kejadian pemukulan Ken di dalam mobil pada 21 Desember. Yang saya naikin dan jadi sorotan udah di perkara lain lagi beda konteksnya, yakni penganiayaan pada 22 Desember (versi pihak Aditya duel)
https://t.co/4TE6y0hRaB
Jika Aditya merasa sudah "damai setelah duel" lalu kenapa Aditya melaporkan Ken ke Polisi juga? Yg laporannya itu laporan ditolak kan versi keluarga Aditya udah damai tuh.
https://t.co/VqU7VQLBjC
Kakinya melangkah dengan gagah. Badan dan wajahnya tegap berdiri meski sedang dikawal Propam. Itu lah gaya AKBP Achiruddin Hasibuan ketika datang ke Polda Sumatera Utara. Beda dengan anaknya yang langsung jadi ayam sayur.