Mau tanya pendapat owner coffee shop, khususnya yang di Medan 😅
Ada customer datang, awalnya bilang mau meja buat 4 orang karena mau jualan produk facial dan pakai toilet buat cuci muka. Kami izinkan.
Tapi setelah duduk sekitar 10 menit, gak juga pesan minuman. Tiba-tiba nambah sekitar 6 orang lagi, minta kami gabung meja, dan lagi-lagi gak ada inisiatif buat pesan minuman, malah sibuk sama produk facial.
Terakhir kami yang menghampiri mereka buat nanya mau minum apa. Beberapa orang pesan, tapi sebagian tetap gak mau pesan dengan alasan gak minum kopi, gak minum teh, dan lain-lain.
Tiba-tiba ibu yang kami lingkari telepon dan ngajak lebih banyak temannya lagi datang. Sampai akhirnya seat di coffee shop kami penuh, semuanya dari grup mereka.
Cuma 2 atau 3 orang yang punya niat baik dan langsung order ke counter. Selebihnya harus kami tanyain terus, alasannya cuma sebentar dan habis itu mau cabut. Tapi kenyataannya mereka duduk sampai hampir sejam.
Yang bikin saya gak happy, ibu yang kami lingkari malah bilang ke teman-temannya, “Kalau mau order boleh, kalau gak mau order juga gak apa-apa.” 😂
Bahkan sempat komplain ke barista karena katanya sign coffee shop kecil dan tempatnya juga kecil.
Ketika salah satu client kami mau izin lewat dan ibu yang kami lingkari menutup jalur akses, dia cuma lihat client kami dengan muka sinis tanpa mau minggir buat kasih jalan.
Menurut kalian sebagai owner, gimana cara menghadapi customer seperti ini? Mohon input-nya ya guys. Terima kasih 🙏
🥺🥺🥺wargaaa bekasiii yukk bantu abah zio iniii kalo butuh jasa serabutan bisaa hub langsung abah zio di contact yg tertera yaaa walaupun sudah sangat renta tapi beliau gak minta2🙏🏻🥺 aku ketemu pas lagi di jalan arah pulang kebetulan dia lagi duduk2 di cluster tempat aku tinggal di grand duta city bekasi kebetulan aku bawa makanan aku kasih ke beliau matanya berkaca2 bilang alhamdulillah 😭 dia bilang buu kalo ada butuh jasa bisa panggil saya ya bu🥺🙏🏻
cc: elizabeh_miga
Momen mengharukan terjadi di hari pertama masuk sekolah. Seorang gadis kecil terlihat mendatangi makam mendiang ibunya bersama sang ayah sambil mengenakan seragam sekolah.
Di hadapan pusara sang ibu, ia menyampaikan kalimat sederhana, "Aku sudah sekolah Mah, sudah pakai seragam."
Ungkapan tersebut menyentuh hati banyak orang karena menggambarkan kerinduan seorang anak kepada sosok ibu di momen penting dalam hidupnya.
Nangis banget liat suami hari ini. 💔Dari pagi dia udah rapi pakai jaket ojolnya, pamit dengan semangat tinggi karena mau ngejar target buat bayar kontrakan. Tapi pas pulang magrib tadi, pundaknya kelihatan layu banget. duduk di teras, buka aplikasi, dan cuma ada 3 riwayat perjalanan seharian ini. Suamiku minta maaf ke aku karena cuma bisa bawa uang 40 ribu bersih. Beliau nunduk, kelihatan bersalah banget.
Padahal suamiku udah keliling kota nyari titik ramai, nahan panas sama debu seharian. Nyari uang zaman sekarang kenapa sesusah ini ya Allah?Sehat-sehat ya, pa. Semoga besok aplikasinya gacor dan akun kamu dikasih banyak rezeki. Makasih udah selalu jadi pahlawan tanpa mengeluh buat aku dan adek 🥺
Kami emang lagi kejar2an banget, untuk bayar kontrakan sebentar lagi, dan untuk masak sehari2 karena aku lagi menyusui jadi gmnapun cara nya aku harus bisa makan seminimal 2x sehari, aku juga buruh gosok kalau malam bayiku udah tidur, tapi bbrpa hr ini lgi kosong juga, tapi aku dan suami ttp semangat, rezeki kami pasti sudah di takar, bismillah
cc : tia_rumm