Tiba-tiba maen di Spotify. Ini kick-off episode aja~ ada yang mau ngobrol bareng gak? Ngobrolin random tentang hidup aja :)
Listen to Haikutaya on Spotify for Creators https://t.co/RdKodc8A9d
gajah ini mati setelah sesi pemotretan, perdebatan muncul di internet karenanya.
ada yang bilang karena pewarna, tapi ada juga yang bilang karena usia gajahnya sudah tua dan kebetulan mati setelah sesi foto itu.
tapi apapun alasannya, agaknya kita sudah bisa berhenti untuk menempatkan hewan sebagai objek untuk karya seni.
jika mau mengabadikan mereka, baik itu dalam foto atau lukisan, lihatlah yang di alam liar.
sulit memang mendapatkan foto hewan di alam liar, tapi itu jauh lebih baik daripada memakai hewan yang sudah jinak untuk banyak keperluan yang sebenarnya gaperlu.
Sebenarnya ngejar blok sawah yang padinya mulai menguning juga di rute menuju kantor, tapi ternyata hari ini sudah dipanen :' Menunggu blok-blok lainnya menguning ofc
Selain udara segar, pagi barusan tadi dapat bonus ini juga pas berangkat kerja. Thanks untuk diri yang memutuskan untuk melipir melawan arah menuju kantor sedikit untuk dapat spot dan momen ini.
Untuk hal-hal yang potensi bikin stres, kenapa kita malah mendekat? Kalau gak disamperin, jadi ngerasa liveless juga. Disamperin, rasanya pengen kabur.
Seorang anak SD, 10 tahun, bunuh diri di NTT, karena ibunya tak mampu membelikan buku tulis dan pena yg dimintanya. Sebelum bunuh diri, ia membuat surat perpisahan kepada ibunya.. Tindakannya adalah protes ke seluruh elite, pejabat NTT, pejabat pusat dan kita semua.
Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis.
Melalui media ini saya ingin menyampaikan pandangan pribadi saya terkait bencana Sumatera dan langkah-langkah penanganannya.
Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya,memerlukan waktu. Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi. Juga diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh. Juga tentunya pelaksanaan yang efektif. Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya.
Komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama. Misalnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks dari bencana itu; perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpin. Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut.
Sekarang ini, perhatian kita semua tertuju pada rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut dan Sumbar, agar kondisinya pulih dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ada sejumlah faktor agar rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil, antara lain: konsep rehabilitasi dan rekonstruksi yang baik, organisasi dan kepemimpinan di lapangan yang efektif, serta implementasi dari rencana yang juga efektif. Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik.
Demikian pendapat saya dan mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah memiliki masa depan yang baik.
*SBY*
The fourth day of speeches at the UN General Assembly is under way.
Israeli PM Benjamin Netanyahu is the session’s first speaker. Many delegates have walked out in protest as he took the stage.
🟠 LIVE #UNGA80 updates: https://t.co/k4mpjvk8Ny
"People feel a sense of collective injustice."
Indonesian journalist Juan Robin explains the driving force behind the country’s anti-government protests, adding that they are likely to continue until the people's demands are met.
Ribuan pengemudi Ojol mengantar almarhum Affan ke peristirahatan terakhirnya.
Affan mati dibunuh Polisi.
DITABRAK. Bukan tertabrak.
DIBUNUH. Bukan terbunuh.
Sisipkan doamu, untuk Affan dan Indonesia. Sebentar saja hari ini.
"aduh ga ngerti politik, ga mau ikut-ikutan"
let me tell you, bagaimana nasib satwa liar, suku adat, lingkungan, laut, hutan, itu tergantung politik.
gimana nyamannya kita dan generasi selanjutnya belajar serta bersuara tentang satwa dan lingkungan, tergantung politik.
"Selama 10 tahun kekuasaan Jokowi, Indonesia kehilangan 4,3 juta Ha hutan, termasuk wilayah konservasi. Sementara itu nama Prabowo tercatat di 13 perusahaan yang menguasai 395.000 Ha lahan. Dan salah satu korban...."
- Siswa SD Lampuuk, Aceh Besar, mereview film "17 Surat Cinta"