๐ CHAMPIONS โ my all-time top-flight XI won the title with 90 pts (29-3-6) with Harry Kewell scoring 25. Can you top it on 38-0? https://t.co/lNVQKfW2N2
LRT Jabodebek produksi PT INKA (Persero) menggunakan teknologi CBTC GoA 3 yang memungkinkan kereta beroperasi secara otomatis. Mulai dari mengatur kecepatan, menjaga jarak aman, hingga berhenti di stasiun dengan presisi tinggi.
Simak pembahasan selengkapnya โก๏ธ
#LRTJabodebek
Robohnya Pesantren Kami
Musibah runtuhnya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo bukan sekadar ambruknya beton dan besi. Ini runtuhnya kelalaian yang disembunyikan di balik jargon keikhlasan. Takdir memang kuasa Tuhan, tapi kelalaian adalah pilihan manusia.
Kita sering berlindung di balik kalimat โsudah takdirโ, seolah-olah Tuhan yang disalahkan atas kecerobohan kita. Padahal Allah memberi akal untuk menghitung beban, memberi aturan demi keselamatan, dan ilmu agar kita tak membangun di atas kesalahan. Bila itu diabaikan lalu kita menyebutnya โmusibahโ, bukankah itu bentuk kezaliman terhadap amanah-Nya?
Masalah kita juga ada pada cara berpikir: menganggap rencana bisa diganti niat baik, prosedur diganti doa, dan keselamatan digadaikan demi percepatan. Kita ingin mendirikan pesantren tapi lupa bahwa pondok bukan hanya tempat mengaji, tapi rumah bagi akal sehat. Pesantren harus menjadi tempat yang nyaman dan aman.
Di antara reruntuhan itu, ada darah yang berserak, tubuh yang remuk, air mata dan jeritan. Santri datang mencari cahaya, bukan untuk terkubur di reruntuhan pondok.
ุงููููููู ูู ุงุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุงุชูููู ู ููู ุงููุฌููููุงููุ ููุงุฌูุนููู ุฏูู ูุงุกูููู ู ุดูููุงุฏูุฉู ุนูููู ุทูููุฑู ูููููุงุชูููู ูุ ููุนููููู ูููุง ุฃููู ููุจููููู ุจูุงููุนูููู ู ููุจููู ุฃููู ููุจููููู ุจูุงูุทูููุจู ููุงููุฅูุณูู ูุงููุชู.
ุฑูุจููููุงุ ููุง ุชูุฌูุนููู ุบูููููุชูููุง ุณูุจูุจูุง ููู ููููุงูู ุงููุฃูุจูุฑูุงุฑูุ ููููุง ุชูููุชูุจูููุง ู ููู ุงููู ูููุตููุฑูููู ุงูููุฐูููู ูููููููููู โููุฏูุฑู ุงููููููโ ูููููููุจูููู ู ุชูุนูููู ู ุฃููููููู ู ููุฑููุทููุง.
ุงููููููู ูู ุงุฌูุนููู ุฏูู ููุนู ุฃูู ููููุงุชูููู ู ู ูููุชูุงุญูุง ููุฑูุญูู ูุชูููุ ููุขููุงุชู ุขุจูุงุฆูููู ู ุณููููู ูุง ููุฑูุชูููููู ุจููู ุฅูููู ุฌููููุงุชู ุงููููุนููู ู.
โYa Allah, angkatlah derajat para santri yang gugur di sisi-Mu, jadikan darah dan debu mereka sebagai saksi kesucian niat mereka. Ajarkan kepada kami untuk membangun dengan ilmu sebelum kami membangun dengan bata dan semen. Jangan biarkan kelalaian kami menjadi sebab hancurnya jiwa-jiwa suci. Jangan catat kami sebagai hamba yang mudah berlindung di balik kata takdir padahal kami tahu kami telah lalai. Ya Allah, jadikan air mata ibu-ibu mereka kunci rahmat-Mu, dan keluh kesah para ayah mereka tangga menuju surga-Mu yang penuh kedamaian.โ
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Surat tentang Takut dan Sedih
Dengan nama Allah yang Maha Menenangkan jiwa.
Mereka bertanya kepadamu tentang takut dan sedih.
Katakanlah: keduanya adalah bayangan yang membelenggu hati;
takut pada hari esok yang belum tiba,
sedih pada hari kemarin yang telah berlalu.
Bahwasanya, tidak ada yang menyingkap bayangan itu kecuali cahaya dari-Nya.
Niscaya siapa yang percaya, ia akan ditenangkan.
Tidakkah engkau mendengar kisah di gua (at-Tawbah: 40),
ketika seorang sahabat gemetar karena musuh di depan pintu?
Maka Nabimu berkata kepadanya: jangan bersedih, Allah bersama kita.
Dan turunnya ketenangan lebih kuat daripada pasukan yang mengepung.
Dan tidakkah engkau dengar kisah Musa dan Harun (แนฌฤhฤ: 46)?
Mereka gentar di hadapan Firโaun yang angkuh.
Lalu datang firman dari langit: janganlah kalian berdua takut,
bahwasanya Aku bersama kalian, mendengar dan melihat.
Dan ingatlah Maryam (Maryam: 24),
yang letih di bawah pohon kurma.
Air matanya hampir menenggelamkan harapannya.
Lalu diseru kepadanya: jangan bersedih,
Tuhanmu menurunkan sungai di bawahmu,
dan menjatuhkan kurma untuk menguatkan tubuhmu.
Dan dengarlah janji bagi mereka yang teguh (Fussilat: 30):
malaikat turun membawa kabar,
jangan takut, jangan bersedih, bergembiralah dengan surga.
Niscaya ruh mereka berpisah dari jasad dalam damai,
dan menyongsong kehidupan abadi tanpa duka.
Bahwasanya para wali Allah itu tidak takut dan tidak bersedih. Mereka yang beriman dan bertakwa, bagi mereka berita gembira di dunia dan di akhirat (Yunus: 62โ64)
Jiwa yang dekat dengan Allah hidup tanpa cemas pada masa depan dan tanpa duka pada masa lalu.
Maka ke manakah engkau akan berpaling?
Sedang janji-Nya satu dan pasti:
jangan takut, jangan bersedih, karena Aku bersama kalian.
Salam sejahtera dengan penuh kehangatan,
Nadirsyah Hosen
Mengapa Manusia Lebih Mulia dari Malaikat?
Mengapa manusia lebih mulia daripada malaikat, padahal malaikat senantiasa taat, bertasbih, dan bertahmid?
Jawabannya sederhana: malaikat tidak diberi hak untuk memilih. Tugas mereka hanya ibadah, tanpa ragu. Mereka adalah cermin ketaatan murni, tetapi tanpa pergulatan.
Manusia berbeda. Kita diberi hak memilih jalan hidup. Dengan pilihan itulah manusia bisa naik lebih tinggi dari malaikat, atau jatuh lebih rendah dari binatang.
Iblis adalah contoh pahit. Ia punya ilmu dan ibadah, tetapi ia salah memilih: kesombongan. Kesalahannya bukan pada jatuh, melainkan enggan kembali. Ia tetap arogan hingga terkutuk sepanjang masa.
Berbeda dengan Nabi Adam. Ia juga keliru, tetapi ia memilih bertaubat. Dalam penyesalan, Adam kembali mendekat, dan Allah pun mengangkatnya.
Rumi berkata: โCahaya hanya tampak dalam kegelapan. Jika tidak ada kemungkinan salah, maka benar pun tak punya makna.โ Maka pilihan manusiaโantara salah dan benarโadalah panggung tempat cahaya cinta Ilahi menampakkan keindahannya.
Namun jangan lupa: satu pilihan keliru bisa merenggut segalanya. Iblis membuktikan itu. Tetapi satu pilihan untuk kembali juga bisa mengangkat segalanya. Nabi Adam menjadi saksi itu.
Dari sini kita belajar: jalan lurus (แนฃirฤแนญ al-mustaqฤซm) menuntun pada kerendahan hati. Jangan sombong atas pilihan baik, sebab semua itu karunia Allah. Jangan pula putus asa atas pilihan keliru, sebab pintu taubat selalu terbuka.
Itulah sebabnya orang beriman memohon bimbingan, sebagaimana doa Rasulullah:
ุงููููููู ูู ุฃูููููู ูููู ุฑูุดูุฏูู ููุฃูุนูุฐูููู ู ููู ุดูุฑูู ููููุณูู
Ya Allah, ilhamkanlah aku pilihan yang benar, dan lindungilah aku dari keburukan diriku sendiri (HR. Tirmiลผฤซ, no. 3483).
Betapa indah bila setiap pilihan menjelma doa yang bergerak. Kita memilih bukan hanya dengan akal, tetapi dengan hati yang ditautkan kepada-Nya. Setiap langkah adalah bait cinta, setiap keputusan hidup adalah jembatan menuju perjumpaan dengan Kekasih Sejati.
Peluk hangat,
Nadirsyah Hosen
Tujuh Kali Allah Menguji Kita
Hidup ini bukan sekadar perjalanan, melainkan ruang ujian. Allah tidak menguji untuk menjatuhkan, tetapi untuk menyingkap siapa kita sejatinya di hadapan-Nya. Ujian hadir dalam rupa yang berbeda: kadang manis, kadang getirโnamun semuanya menuju satu tujuan: menguji cinta dan kesetiaan kita kepada-Nya.
1.Dengan nikmat yang kita pinta
Doa terkabul, rezeki datang sesuai harapan. Allah ingin tahu: apakah kita bersyukur, atau merasa segalanya lahir dari diri sendiri. Nikmat bisa jadi tangga menuju surga, bisa pula jerat kesombongan.
2.Dengan doa yang tak terkabul
Saat jawaban tak kunjung tiba, Allah sedang menakar sabar: apakah kita terus berharap dan beribadah, atau berpaling karena kecewa. Penundaan bukan penolakan, tapi pendidikan hati agar tetap setia.
3.Dengan memberi kepada orang lain
Apa yang kita minta jatuh ke tangan orang lain. Inilah ujian hati: apakah kita menjadi pendengki, atau ridha menerima takaran rezeki. Dengki hanya membakar dada, sementara ridha menenangkan jiwa.
4.Dengan pemberian yang berbeda
Kita minta A, Allah beri B. Iman diuji: percayakah kita bahwa pilihan-Nya lebih bijak? Apa yang tampak asing hari ini, sering kali rahmat besar yang baru disadari esok.
5.Dengan kehilangan
Bukan hanya harta, tetapi juga jabatan dan orang-orang terkasih. Kehilangan mengingatkan bahwa segalanya milik Allah. Apakah kita kembali kepada-Nya, atau karam dalam kesedihan tanpa arah.
6.Dengan kelapangan hidup
Kadang ujian terbesar justru kelapangan. Kekayaan, kedudukan, dan pujian bisa melalaikan. Allah ingin tahu: apakah di puncak kejayaan kita tetap merunduk tawadhu, atau lupa pada Dia yang memberi segalanya.
7.Dengan diri kita sendiri
Hawa nafsu, ego, dan bisikan hati. Di situlah rahasia cinta: apakah kita mencintai Allah hanya karena pemberian-Nya, atau karena Dia memang layak dicintai sepenuh hati.
ุงููููููู ูู ุงุฌูุนููู ููููู ุจูููุงุกู ูููุฑูุงุ ููููููู ุฏูู ูุนูุฉู ู ูุทูุฑูุงุ ููููููู ุฌูุฑูุงุญู ุฌูุณูุฑูุง ููุฌููุฒู ุจููู ุฅููููููู.
Ya Allah, jadikan setiap ujian seperti cahaya yang menuntun, setiap air mata bagai hujan yang menyuburkan iman, dan setiap luka itu jembatan yang mendekatkan kami kepada-Mu.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Lampu Petunjuk
Di tengah kota yang hiruk pikuk, ada tiga warna kecil yang mengatur ritme hidup kita: merah, kuning, hijau. Tapi anehnya, yang paling diingat dan disebut orang justru lampu merah. Mungkin karena hanya merah yang bisa membuat semua orang berhenti. Ia punya kuasa untuk menahan laju, menundukkan ego, dan menyelamatkan jiwaโtanpa harus bersuara.
Lampu lalu lintas pertama hadir di London tahun 1868, masih berupa lampu gas. Tapi karena meledak dan melukai petugas, ia ditinggalkan. Barulah di Cleveland, 1914, lahir versi elektrik dengan dua warna: merah dan hijau. Kuning ditambahkan belakangan, sebagai jeda penentu. Sejak itu, tiga warna itu bukan hanya penjaga jalan, tapi juga penanda perjalanan batin manusia.
Bagi seorang salik, lampu merah adalah isyarat langit. Ia berkata: berhentilah, bukan karena kau kalah, tapi karena belum tiba waktunya. Seperti cinta yang tertahan, seperti doa yang belum dijawab. Merah mengajarkan adab menunggu, bahkan ketika semua jalan tampak terbuka.
Kuning adalah muhasabahโsaat hati bertanya, โSudah siapkah aku melaju?โ Dan hijau? Itulah saat di mana izin turun, bukan karena kau layak, tapi karena Dia ridha.
Hidup sejatinya adalah perjalanan antara tiga warna: menahan diri, bersiap, dan berserah.
Dan mungkin kita menyebutnya lampu merah, karena dalam hidup, yang paling sulit bukan mengebutโฆ tapi berhenti sejenak mengambil jeda dan menyaksikan mereka yang di seberang justru melaju. Kemampuan menahan diri menunggu giliran kita tiba itu memang harus ditempa.
Dan kalau dirimu lampu itu, aku rela berhenti setiap kali dirimu menyala. Biarlah kunikmati warna-warni indah lampu hidupmu, sayang. Karena tanpa cintamu, rasanya seperti mati lampuโฆ
ุงููููููู ูู ุฃูุญููู ูููููุจูููุง ุจูุงูุฑููุญูู ูุฉูุ ููุฒูููููู ุฃูุฑูููุงุญูููุง ุจูุงูุดููุนููุฑูุ ููุงุฑูุฒูููููุง ู ููู ุฅูุฐูุง ุตูู ูุชูููุง ููููู ูุ ููุฅูุฐูุง ุจูููููููุง ุงุญูุชูุถูููุ ููุฅูุฐูุง ุฏูุนูููููุง ููุจููู.
โYa Allah, hidupkanlah hati kami dengan rahmat-Mu, hiasilah jiwa kami dengan rasa. Karuniakanlah pada kami seseorang yang saat kami diam, ia mengerti; saat kami menangis, ia memeluk; dan saat kami berdoa, ia turut mengamini.โ
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Panggung Ego
Ilmu itu cahaya. Tapi tidak semua yang tampak bercahaya benar-benar menerangi. Kadang, yang kita kira ilmu hanyalah kilau dari ego yang dipoles rapi.
Dulu, para ulama belajar ilmu untuk memperbaiki jiwa. Mereka menangis karena takut tak mengamalkan apa yang mereka tahu. Hari ini, banyak yang belajar demi menang debat, tampil di forum, mengejar konten di medsos, atau sekadar tampak cerdas di panggung sandiwara kehidupan.
Padahal ilmu yang sejati seharusnya melunakkan, bukan mengeraskan. Membuatmu tunduk, bukan menundukkan. Tapi entah mengapa, semakin tinggi gelar, kok semakin sulit menerima nasihat. Semakin luas bacaan, justru semakin sempit dada terhadap perbedaan. Ada apa, ya?
Entah sejak kapan kita lebih sibuk membicarakan siapa yang salah di dunia, dan siapa yang selamat di akhirat, ketimbang siapa yang paling bermanfaat untuk sesama. Kita lebih senang menilai cara orang lain sujud, daripada mengukur seberapa khusyuk kita sendiri berdiri di hadapan-Nya.
Di panggung kehidupan ini, ilmu kerap jadi alat untuk mengukur orang lainโbukan menimbang diri sendiri. Padahal ilmu itu seperti air: ia hanya mengalir ke tempat yang rendah. Hati yang tinggi tak akan mampu menampungnya.
Jika yang kita cari dari ilmu adalah panggung, maka kita akan terus gelisah: merasa kurang dihargai, kurang dikenal, kurang disebut. Tapi jika yang kita cari adalah terang bagi hati, cukup satu ayat yang menyentuh, atau satu hikmah yang mengubah arah hidup kita.
Karena ilmu tanpa kebijaksanaan justru menjauhkan kita dari sesamaโdan dari rahmat-Nya.
Dan kini, saya pun harus bertanya kepada diri ini:
Apakah yang dicari dari ilmu? Terang bagi hati, atau panggung bagi ego?
Kasih, ilmu tanpa mahabbah darimu hanyalah sirฤj yang redup cahayanya, yang menutupi nลซr wajahku dan mengaburkan basirah matakuโฆ
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Hai Inkatizenโจ
Autonomous Trem Battery kolaborasi PT INKA (Persero), ITB dan LPDP telah selesai melakukan serangkaian pengujian.
Simak video selengkapnya di akun Youtube PT INKA (Persero) Official.
https://t.co/WuIGK35cV9
#inkamendunia#industrikeretaapi#treminka#inkamadiun
Leveraging AI is the biggest career hack in 2023.
200+ AI tools were released just in the last week.
20 of the best AI tools to boost your productivity:
(see newsletter below for more AI tools)
Hari ini, hari ke-5 Bus Listrik E-Inobus diuji di jalan raya DKI Jakarta (@DKIJakarta) . Rata-rata per harinya menempuh jarak 200 km untuk melalui jalur operasional Bus Transjakarta (@PT_Transjakarta) hingga 3 bulan ke depan.
#InfoMinka#INKABikinBusListrik
#ApaKabarINKA?
.
Sharing membahas produk baru dari PT INKA (Persero), "Bus Listrik dan Trem Listrik", bersama Bpk Febry Pandu Wijaya dari INKA dan Bpk Alvari Kunto Prabowo dari Solopos.
Catat : Rabu 28 Oktober 2020 Pukul 13.00-13.45
Live in Instagram @koransolopos.