Salah satu nasehat mamaku adalah minta doa supaya diampuni dosanya, dijadikan orang yg beruntung dalam hidupnya, orang yg selalu dalam belas kasihan-Nya dan diberikan rejeki yang barokah sehingga bisa dinikmati dengan aman dan berbahagia.
Gw sebelum berangkat umroh ikut sekolah proposal hidup dulu dan sama ustadz diajarin menyusun doa seakan2 lagi nyusun proposal sponsorship 😅 Jadi gak ada chapter minta sabar krn semuanya harus to the point, spesifik & well-thought-out outputnya. Misal gw minta naik penghasilan.
Neneku dari dulu selalu pesen, “Kalau nolak cowok baik-baik ya.” atau “walaupun kamu gak suka, tetep baik ya dek sama dia. Kita gapernah tau orang kalau sakit hati bakalan ngapain” Imagine having to bear someone’s lack of emotional regulation for the rest of their lives.
waktu masi belia kukira orang yg kumpul keluarga ngurusin kerjaan, dikit2 ditelpon, hari libur buka laptop itu orang keren yg penting bgt di kantornya. skg tau org yg kaya gini tu cuma kacung kampret perusahaannya, org penting di kantornya mah suka2 dia mau kemana dan libur kapan
gue aja kena tegur mama sendiri karena 'keras' ke laki yg duain gw, karena katanya "mama tau kamu marah dan sakit hati, tapi kita ga pernah tau itu laki laki bisa sampai berbuat apa".......
gue aja kena tegur mama sendiri karena 'keras' ke laki yg duain gw, karena katanya "mama tau kamu marah dan sakit hati, tapi kita ga pernah tau itu laki laki bisa sampai berbuat apa".......
jujur in this economy gue harus bersyukur jadi warga jakarta karena nanti gue kuliah 20 km sama pp jadi 40 km, tapi cuma ngeluarin 3.500 sekali jalan😇🙏🏻
jujur muak banget sama segala hal yang terjadi di era prabowo ini. i mean, i know our governments memang gak pernah bener but this is something wayyyy worse dengan kejadian-kejadian yang kayak GAADA BENERNYA. feeling like they think we’re too stupid buat melawan or memberontak