Bismillah..
Minhum mohon doanya ya teman-teman 💙
Hari ini kami kembali ke Aceh untuk menunaikan amanah titipan teman-teman semua, semoga semuanya dimudahkan, diberi keselamatan, dan yang kita usahakan bersama bisa membawa manfaat yaa
#AcehBelumPulih
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
Baca… Baca buku berat dan ringan. Baca buku fiksi dan non fiksi. Baca buku cetak dan digital. Baca buku di rumah, di jalan, dan saat istirahat kerja. Baca buku dari penulis terkenal dan dari penulis pemula. Baca buku beli sendiri dan pinjam dari perpustakaan. Baca buku sendirian dan bersama-sama. Baca buku sambil diam dan sambil diskusi. Baca buku buat berpikir serius dan buat suka-suka.
Baca buku apa saja, kapan saja, di mana saja. Selamat Hari Buku Nasional! :)
Proses pembangunan Jembatan dari Masyarakat Indonesia di Aceh Tengah sudah memasuki tahap pemasangan bordes dan tali sling.
Mari teruskan kebaikan bersama Humanies Project melalui:
https://t.co/hOCtjU1Vnn
atau
BRI 118501000499563
(Yayasan Huma Inisiatif Indonesia)
Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC - Royal Commission for Riyadh City).
Kali ini, anggota dewan penasihat RCRC berkumpul dalam acara RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing kota Riyadh.
Datang bersama Karsa City Lab di sini, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi.
Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi. Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global, tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tapi jadi tamu memesona di panggung dunia.
Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota-kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya, serta jadi teladan bagi kota-kota lain di dunia.
Sebagai tenaga pendidik yang tiap hari lihat makanan dibuang gini, aku pengen program MBG di stop dan digantikan dengan program sekolah gratis.
Sayang tiap hari mbak disekolah buang maknan gini
cc:threadlisnasn20
Stop wak,✋️
Kalian harus lihat ini 😭💔
Monyet di morowali menghadapi ancaman serius akibat hilangnya habitat alami mereka. Penyebab utamanya adalah ekspansi besar-besaran industri pertambangan terutama nikel dan masifnya perusahaan-perusahan lainnya sebagai sponsor perusak lingkungan.
Video yang diabadikan seorang pekerja itu memperlihatkan kumpulan monyet di sebuah jalur lintasan mobil berat dekat kawasan Nikel di Morowali,
Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.
Satu jembatan rusak, satu desa ikut terdampak
Di balik kabar tentang Aceh, ada cerita yang sering nggak terdengar
Humanies mencoba mendengar langsung tentang bagaimana hidup mereka berubah sejak akses mereka rusak diterpa bencana beberapa waktu silam.
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
Kembali ke sidang MK gugatan soal MBG.
Kali ini dari mbak Bibip. Menerangkan bahwa BGN dan MBG bukanlah bagian dari pendidikan. Dan anggaran MBG yang mengambil dari anggaran pendidikan berarti memotong anggaran untuk hal2 lain dalam pendidikan yang seharusnya dibiayai oleh APBN.
Semoga hakim MK bisa melihat masalah ini dengan akal sehat tanpa tekanan.
Sorotan harian kompas ini, menunjukan situasi terjepitnya para guru, ditengah aturan yang makin ketat, anggaran makin dipersempit, sementara kebutuhan guru makin tinggi.
Ironinya, yang terjepit ini adalah guru-guru harapan yang mengajar di daerah 3T. Tanpa mereka, pendidikan tidak terselenggara.
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
Tugas rakyat adalah menunjukkan blind Spot yang tidak bisa terlihat oleh Pemerintah.
Jadi Rakyat dan Pemerintah bersinergi untuk saling melengkapi.
Singkat padat tapi daging semua ucapannya pak Anies. 🫶
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah