⚠️‼️ ORANG HILANG ‼️⚠️
💚 Tolong bantu UP & SHARE ya. Nadira masih belum ditemukan. Semua akun media sosialnya deactivate, akun WhatsApp sudah terhapus, dan SIM card diduga sudah dirusak. Hilang tiba-tiba. Mohon bantu sebarkan, semoga segera ditemukan. 🙏🥹
Dulu pun saya ngiranya quarter life crisis cuma ada di umur 25… wait till you face early adult crisis, midlife crisis, existential crisis, saturn return crisis, late life crisis…
Alias sejatinya kita hidup dari satu krisis ke krisis yg lain 😭
Hi!! Aku udh kena semuanya wkwkw termasuk 2 utama
Gagal nikah + ditipu temen nilainya gede bgt (buat aku)
1. Harus ttp sholat 5 waktu, sholat malem juga. Taubat-tahajud-hajat
2. Cut off org2 yg dirasa udh ga sejalan sm kita & km udh ngerasa ada yg ganjel tiap komunikasi.
Lanjut
Di Indonesia itu kenapa ya aku merasa apa2 harus gengsinya tinggi wkwk masalah kerjaan blue collar, white collar aja dibahas mulu, seakan2 kerjaan managerial kastanya tinggi bener dan merendahkan skil2 blue collar and trades as "skill kayak gitu". padahal salah satu highest paying job di Australia itu konsutruksi, plumber alias tukang ledeng dan tukang listrik. Gaji mereka pertahun bisa sampai 2 Milyar. Kerjaan labour mining FIFO? Apalagi 😬
Trade, labour, machineries itu make up hampir 40% workforce di sini.
Di Australia, kerjaan blue collar itu banyak sertifikasinya, dan dianggap skilled worker, duitnya juga kenceng. Di sini kuliah/engga gak pengaruh sama kehidupan sosial kalian pun, ga ada kerjaan A dianggap lebih baik drpd kerjaan B.
Contoh nih co-workerku, lulusan SMA, ada sertifikasi child care tp dia gak kerja di child care, sekarang umur 28 udah punya aset property senilai 5 Milyar, beli mazda CX-5 cash, liburannya ke hawaii, barangnya Lv & Gucci kalo ke kantor. Dan itu semua hasil kerja clerk kantoran sebagai admin selama 10 tahun (dia kerja dr lulus SMA)
Tetangga rumahku kerjanya pembasmi hama, bukan owner, hanya perkerja biasa, baru aja beli BYD Sealion 7, total mobil di rumahnya 4 biji, bisa sekolahin anak ke private school.
Coba di Indonesia, bisa gak tuh dapet kualitas hidup yang sama..bisa gak menghargai trade jobs and blue collar worker? agaknya susah.
GUYS HELP RT PLS
mama ku abis kehilangan dompet nya kemungkinan yang ngambil org terdekat di kantor, soalnya tbtb paginya dompet nya ketemu di parkiran.. dan ternyata 2 atm nya udah terkuras..
dia nguras atm itu lewat Atm Prima yang dimana ga bisa ke detect lokasi nya..
GUYS HELP BANTU VIRALINN!!! kakak ini kena kekerasan fisik sama cowok bajingan yang ngerasa tangan lebih hebat dari otak. muka perempuan dijadiin samsak buat ego dia. tolong ramein, biar pelaku ga hidup tenang seolah ga ada yang terjadi!!!!
Dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Singapura, Soeharto menjumpai sang pemimpin Singapura, Lee Kuan Yew.
Soeharto pun mendadak bertanya, kenapa Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia, padahal luas wilayahnya sangat kecil.
Maka Lee Kuan Yew pun memanggil perdana menterinya, Goh Chok Tong, lalu ia bertanya: "Tuan Goh, siapa itu anaknya bapakmu, anaknya ibumu, tapi bukan saudaramu?" Goh lalu tersenyum, dan menjawab: "Tentu saja saya sendiri.".
Setelah puas mendapat jawaban dari Goh Chok Tong, Lee pun kemudian berpaling pada Soeharto dan menjawab pertanyaan yang tadi diajukan olehnya: "Kami bisa maju karena kami memilih orang-orang pintar jadi pengelola negara."
Soeharto pun pulang ke Jakarta. Ia teringat pada percakapannya dengan Lee Kuan Yew, dan menjadi penasaran: apakah ia telah memilih orang pintar jadi pengelola negara. Maka Soeharto pun memanggil menteri setia-nya, Harmoko.
"Pak Harmoko! ada yang ingin saya tanyaken pada anda.". "Monggo pak Presiden!" tukas Harmoko. "Siapakah anak daripada bapakmu, anak daripada ibumu, tapi ia bukan saudara daripada kamu." Harmoko cepat menjawab, "Mohon petunjuk untuk tindak lanjutnya, Pak"
Soeharto agak kesal, tapi ia masih menyimpan harapan. "Coba Pak Harmoko mencari jawabannya ke menteri-menteri lain." Maka Harmoko pun undur diri. Setelah tak memperoleh jawaban dari Soedharmono, Akbar Tanjung, dll; akhirnya Harmoko menemui Habibie. Habibie tertawa saja. "Pak Harmoko, jawabannya adalah saya sendiri!"
Harmoko langsung cerah. Tak lama ia mohon menghadap Presiden Soeharto.Soeharto menyambut dengan senyum permanennya. "Sudah ada jawaban, Pak Harmoko?" Harmoko tak sabar menjawab dengan ceria, "Sesudah saya gali informasi dari berbagai pihak, ternyata jawabannya adalah: Pak Habibie!"
Soeharto mengernyitkan kening. Tapi ia tak ingin mengecewakan bawahannya yang setia itu. "Bagus!. Itu merupaken upaya yang baik. Jawabannya juga sebenarnya mendekati benar. Tapi sayang memang belum 100% benar. Harmoko agak kecewa. "Jadi jawabannya apa, Bapak Presiden?" "Adapun jawabannya," pungkas Soeharto, "Adalah Goh Chok Tong"
sumber: thread eddiesut
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
guys tolong bantu korban mencari keadilan. mahasiswa udayana melakukan pemerkosaan dan KABUR dari 2024. kasusnya udah stuck 2 tahun dan korban masih mencari keadilan hingga sekarang. ini muka para pelaku 👇🏻