Dear @KAI121
terimakasih karena sudah sangat kooperatif dan mengusahakan pencarian tas saya (*read isinya laptop kantor dan segala datanya ++ data pribadi) - iya ketinggalan ditaruh di rak kereta. terutama untuk Mas Firhan (petugas lost and found stasiun juanda)
lesehan, lagi nyarger, masnya berinisiatif buat coordinate dgn tim dlm liat cctv, cek ulang kronologi, foto muka saya, foto ktp dan surat report (gk menjanjikan apa - apa), tp ada harapan, saya report kantor blokir atm, nunggu kuat (batre hpnya) buat next step.
mutusin balik ke juanda mau minjem charger masnya (batre 4%), sambil mau blokir2 dan report ke kntor (of course ngabarin org rumah jg) dan mau ke kepolisian terdekat. air mata netes dikit2
masih coba, batre hp udh 5%, bingung charger beda dgn bf, charger di tas, kita posisi di cikini, sambil liat kereta, tp semuanya bkn (raknya beda, jumlh gerbongnya beda, + waktunya jg udh beda jauh)
chat with bf, kita pisah gerbong udh rame bgt ya kebayang kan, mutusin buat turun, krn pas liat raknya beda (sy inget rak keretanya jaring2), pas turun disinilah saya ambyar
disini masih berlanjut drama pencarian tas, bf ku yg smart inget klo kita di gerbong dpn, kita telusur lah 3-4 gerbong terdepan, 3 kereta kyknya udh kita naikin
then, bikin laporan, mas firhan koordinasi dgn tim (petugas lost and found jkt kota & petugas gerbong), kita cek jadwal kereta buat tracking kereta kita udin nyampe mana, big thanks untuk bf (r:saksi hidup) @N_dzikriyati “mas dr pada diem aja, boleh gk kita nyari ke krt”
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
ICW menemukan dugaan konflik kepentingan di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam penelusuran 102 yayasan di 38 provinsi, ICW menemukan pola yang berulang, yakni: banyak pengelola MBG diisi politisi, orang dekat kekuasaan, aparat, hingga pejabat yang seharusnya mengawasi, bukan mengeksekusi.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana bilang, lembaganya tidak tahu siapa saja sosok di balik yayasan-yayasan itu karena semua pendaftaran dilakukan lewat portal https://t.co/STunxM7hvj.
Meski begitu, ia menegaskan, BGN sangat terbantu oleh kerja para yayasan yang sudah terjun ke program MBG. Menurutnya, mereka adalah pejuang kemanusiaan yang berubah menjadi pejuang Merah Putih lewat keterlibatannya di MBG.
| Narasi Daily