sebenarnya lebih takut dgn keadaan sekarang, udah gak ada demo-demo lagi, tapi kalau ngobrol sesama warga hampir rata semua merasa kuatir dengan kondisi ekonomi, kayak semua pada lagi marah tapi cuma ditahan, dan nunggu momen yg tepat.
tenang tapi kayak nggak tenang
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
gue akan baca smut paling jorok paling porno di umum tanpa ekspresi apa pun tapi gue gabisa baca domestic fluff di umum karena gue akan cekikikan dan nyengir dan guling2
Salah satu contohnya ya program kkn itu. Ya mungkin dari sisi mahasiswa bisa jadi kesempatan buat berbaur sama masyarakat. Tapi ekspektasi program kerja yg diharapkan ke mahasiswa tuh ga masuk akal. Harusnya ini dikerjain pemerintah, kenapa malah dibebankan ke mahasiswa kkn???
Gue inget kata dosen gue pas di kelas psikopatologi. Kurang lebih intinya:
Istirahat, leisure activities, ngejalanin hobby non profit, itu bagian dari produktifitas. Karena kita kasih ruang buat badan dan pikiran berhenti sejenak untuk ngimbangin semua kegiatan yg melelahkan
Rupiah ambruk tembus Rp18.000 per USD. Konsol game langsung naik gila-gilaan di Indonesia:
- PS5 Digital Rp9,9jt,
- Disc Rp11,4jt;
- Xbox Series X Rp11,5jt;
- Nintendo Switch 2 Rp9,3jt.
Game fisik impor & digital PS/Xbox/Nintendo Store juga ikut mahal gara-gara biaya impor & penyesuaian harga regional
Semua salah siapa? Yup, SALAH PEMERINTAH!