Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
Kira2 kyk sistem imun sepengamatan gw jg. Yg biasa idup struggle malah jdi lbih strong. But yg dri kecil serba privileged malah break down easily.
Lbih bahaya org begitu kalo jdi penguasa jadi deh gak napak tanah di bubble sendiri delusional ABS anti kritik gengsi ultra 🤑
Gw punya teori sendiri ttg hal kayak gini.
Gw pernah kenal sama orang yg kalau gw liat hidupnya beruntung terus, tapi dia emang gampang stress.
Jadi kena masalah kecil banget aja iya stress bgt.
Dia hidup bukan yg kaya banget, tapi circle-nya kaya semua
Dia secara fisik bukan yg ok banget, tapi mantan dan pasangannya ok ok semua.
Kalaupun ga ok secara fisik, tapi ya at least kaya, spt yg di bawah
sampai akhirnya gw mikir, Allah tidak akan memberi cobaan ke manusia di luar batasnya.
Mungkin ini wujud nyatanya.
Jadi gw liat dari luar, dia mah enak begini begitu, tapi mungkin kalau dibandingkan, level stress dia dengan keadaannya yg enak itu (menurut gw) dengan level stress gw yg sekarang itu sama.
bahkan kematian tak membuatnya bersiap melepaskan dunia. dalam bayangannya, setelah mati pun ia masih menggenggamnya.
seakan-akan kubur bukan akhir dari kekuasaan manusia atas bumi, melainkan perpanjangan tangan untuk tetap memonitor, menghukum, dan mengatur.
coba baca seluruh surat at-takatsur, prabs.
🧔♂️: heyy antek2...ini fregat pal steel tebel 25 mm amanah
Gw : Iha masih kalah ama kapal dugem
🧔♂️🧔♂️: Iha gaperlu tebel2 jaman skrg dsb
Gw: 🤔🤔
(teros napa dri awal tuh ada org pleksing tebel2🤦🏾🥱)
https://t.co/zqMZiQ3Hp1
Video.
Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa,
Tetap saya monitor kalian.
Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau.
Jangan main-main kau!
Kau melanggar, berkhianat kepada Merah Putih,
AKU TURUN, AKU CARI KAU.