Sekedar mengingatkan bahwa di Tahun 2003 AS menginvasi Iraq dengan alasan mencari 'senjata pemusnah massal' dan menegakkan 'demokrasi', namun mereka justru mencuri kekayaan milik rakyat Iraq dan membantai pemiliknya.
Tidak kurang dari 500 ribu rakyat Iraq tewas akibat invasi ini, pasukan AS memperkosa gadis-gadis Iraq lalu membunuhnya. Tak sampai di situ, pemerintah AS juga menguasai sumur minyak Iraq dan 'membelinya' dengan nominal yang sangat jauh dari harga minyak dunia. Pihak AS menganggap bahwa rakyat Iraq harus menanggung biaya perang yang dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk 'menbebaskan' mereka dari kekuasaan Saddam Hussein, dan harga minyak yang diterapkan oleh AS kepada pemerintah Iraq adalah hal yang sangat normal.
Begitulah fakta yang terjadi dibalik invasi AS terhadap Iraq, selain membantai rakyat Iraq mereka juga merampok cadangan emas dan minyak milik Iraq. Yang unik dari peristiwa ini, tidak pernah ditemukan senjata pemusnah massal di Iraq. Belakangan pihak CIA maupun MI6 mengakui bahwa isu senjata pemusnah massal adalah hasil karangan mereka demi mendapatkan legitimasi atas invasi yang mereka lancarkan.
Dan itu pula yang mereka lakukan saat ini di Iran, soal program nuklir maupun program rudal Iran hanyalah omong kosong yang mereka lontarkan demi bisa merampok kekayaan milik Iran.
TEMBAKAN LANGSUNG KE KEPALA, ini sepertinya peluru karet atau jenis lain yang bersifat less-lethal, bukan NON-LETHAL, jadi tetap bisa membunuh dan jelas bahaya. Penggunaan yang tepat, peluru dipantulkan dulu ke jalan, bukan ditembakkan langsung ke kepala seperti ingin membunuh!
Bruh, kalau Sarung masih understandable deh, soalnya ane punya sarung Indocam, tapi yang ini gila cuy mukenah full camo 🗿 bisa dijadiin ghillie suit ini mah atau camouflage sniper buat urusan lain
Bukan #nazarpemilu tapi ini adalah #Giveaway
Khusus untuk 5 orang pemenang akan mendapatkan buku "Bagaimana Demokrasi Mati" karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. Cukup repost, like, dan reply postingan ini. Silakan disebarkan seluas-luasnya.
Terima kasih!
Dengan bangga kami mengumumkan bahwa hari ini, tepat di hari kedua tahun 2024, Neo Historia berhasil mendapatkan kehormatan diblokir oleh @PartaiSocmed
Kami nyatakan juga program pembagian ilmu dan wawasan berkedok twitwar yang diberikan judul "Neo Historia vs Partai Socmed" telah berakhir per hari ini.
Sebuah kebanggaan dan kehormatan bisa menghibur dan memberikan wawasan baru kepada kawan-kawan semuanya. Ave Neohistorian!