every day, tell yourself this:
keep your heart kind no matter how dark the world gets.
you own only yourself. you can only control your actions.
keep your heart beautiful. the world needs that.
I say it to myself, too
Bangun all, mantan Direktur Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, korupsi Rp10,2 miliar selama 8 tahun!!!
Dana buat pakan dan perawatan satwa diembat. Sekitar Rp7,4 miliar masuk kantong pribadi.
Akibatnya? Satwa jadi menderita, kurus, kurang sehat, bahkan ada yang mati.
Duit dimakan sendiri, satwanya yang jadi korban. Kurang kejem gimane coba ini orang๐
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Guys, Mahfud MD dan Ahok baru ngobrol bareng di satu forum dan menurut gue ini adalah percakapan paling jujur dan paling berani tentang satu masalah yang selalu ada tapi tidak pernah benar-benar diselesaikan di Indonesia.
Korupsi.
Dan kenapa sampai hari ini masih amburadul.
Dan jawabannya menurut keduanya sangat sederhana tapi sangat menyakitkan untuk diakui.
Semuanya tergantung satu orang.
Presiden.
Mau atau tidak.
prabowo mau beresin ini atau tidak
Pertama โ Mahfud bilang ini dengan sangat keras:
"Hanya orang bodoh yang mengatakan tidak ada dugaan korupsi di situ.
Kalau dikelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya."
Mahfud tidak bicara soal MBG saja.
Dia bicara soal pola yang sudah dia lihat selama puluhan tahun di dalam sistem di DPR, di eksekutif, di penegakan hukum.
Korupsi di Indonesia bukan anomali.
Bukan kecelakaan.
Ini sudah menjadi sistem yang berjalan dengan sangat teratur dan sangat terstruktur.
Dan ini yang paling mengerikan korupsi di DPR bahkan terjadi sebelum uangnya ada:
Mahfud menjelaskan pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan hampir tidak pernah dibahas secara terbuka.
Ketika menyusun APBN anggota DPR bisa menerima pesanan mata anggaran dari bupati, gubernur, atau pihak manapun yang ingin proyeknya masuk ke RAPBN.
Caranya: seseorang minta tolong anggota DPR untuk memasukkan proyek tertentu senilai misalnya Rp100 miliar. Anggota DPR minta 7% di muka.
Uang belum ada.
Anggaran belum disahkan.
Tapi uang 7 miliar sudah berpindah tangan.
"Anggaran belum ada, korupsinya sudah ada.
Sudah muncul."
Dan begitu anggarannya jadi ada lagi permainan di penunjukan rekanan, di pengadaan barang, di pengawasan. Berlapis-lapis. Dari hulu ke hilir.
Dan ini tentang sistem ij jaringan mafia hukum yang Mahfud ungkap:
Di dunia penegakan hukum Indonesia ada yang disebut sistem ij.
Sebelum sebuah kasus masuk ke pengadilan sudah diatur dulu hasilnya.
Polisinya diatur.
Pasalnya ditentukan.
Naik ke jaksa diatur lagi.
Naik ke hakim diatur lagi.
Semua sudah dinegosiasikan sebelum sidang pertama bahkan dimulai.
"Oleh sebab itu kunci utama memang ada pada Presiden. Kalau presiden mau apapun bisa."
Mahfud bicara bukan sebagai pengamat dari luar.
Dia bicara sebagai orang yang pernah ada di dalam sistem itu. Yang tahu persis bagaimana jaringannya bekerja.
Dan ini tentang akar masalahnya yang Ahok dan Mahfud sama-sama sepakati:
Ahok menyebut satu kata yang menurut dia menjadi akar dari semua masalah republik ini.
Korupsi.
"Kalau kita mau beresin bangsa ini dasarnya itu enggak boleh ada korupsi. Cuma itu. Sebetulnya itu akarnya."
Dan Ahok membandingkan dengan Singapura dan New Zealand bukan karena mereka kaya sumber daya alam. Justru sebaliknya.
New Zealand lebih banyak dombanya daripada manusianya. Tapi investasi mengalir ke sana karena satu hal: pemerintahnya bersih dan hukumnya jalan.
"Uang itu enggak kenal primordialisme.
Kamu hukum jelas, kamu enggak malakin gua, kamu adil saya taruh duit sama kamu."
Dan Mahfud menambahkan dengan data yang sangat spesifik: kekayaan alam hanya menyumbang 23% dari kemajuan sebuah bangsa.
44% ditentukan oleh satu hal saja hukum.
Dan ini tentang kenapa korupsi tidak bisa diberantas โ menurut Ahok:
Ahok tidak muter-muter. Dia langsung.
"Saya pikir yang berkuasa ini terlalu sombong dan angkuh.
Mereka berpikir: rakyat mau apa?
Semakin bodoh, semakin miskin semakin gua berkuasa."
Dan dia melihat kebijakan-kebijakan yang ada sebagai bukti dari logika itu.
Kenapa tidak kasih laptop dengan koneksi internet ke setiap anak sekolah?
Kenapa tidak kasih akses pendidikan setara dengan anak-anak di Kanada atau Amerika?
Karena rakyat yang cerdas adalah ancaman bagi mereka yang ingin tetap berkuasa.
Ahok bilang dia tidak bisa nuduh secara langsung.
Tapi keyakinannya sudah jelas.
Dan ini tentang solusi yang Ahok tawarkan yang paling konkret dan paling tidak pernah dilakukan:
Ahok punya dua usulan besar yang menurut dia bisa mengubah Indonesia secara fundamental.
Pertama royalti sumber daya alam yang adil.
Bukan bagi saham.
Bukan bagi untung yang bisa dimanipulasi. Tapi bagi hasil fisik.
Kalau pengusaha angkat 100 ton emas
dari desa saya 10 ton milik desa.
Rakyat desa tahu persis berapa yang diangkat karena mereka yang mengawasi.
Dan desa punya aset nyata yang bisa dikembangkan.
Kedua subsidi langsung berbasis NIK dengan voucher digital. Setiap keluarga yang penghasilannya di bawah UMP dapat voucher listrik, pangan, dan kebutuhan dasar.
Voucher tidak bisa dijual, tidak bisa dipindahtangankan, dan hangus kalau tidak dipakai dalam sebulan.
Tidak ada lagi subsidi yang bocor ke orang yang tidak berhak.
"Semua utang bisa lunas.
Semua rakyat miskin bisa dijamin. Asal mau."
Dan ini tentang mengapa ini tidak pernah dilakukan yang paling menyakitkan:
Mahfud menyebut satu istilah yang menurut gue paling tepat menggambarkan kondisi politik Indonesia:
saling sandera.
Perjalanan karir politik seseorang di Indonesia hampir selalu terhubung dengan jaringan kepentingan yang saling melindungi.
Ketika seseorang naik ke puncak kekuasaan dia sudah terlanjur punya utang politik ke banyak pihak. Dan utang itu dibayar dengan membiarkan korupsi berjalan.
Bukan karena presidennya tidak tahu.
Bukan karena tidak mampu.
Tapi karena tidak bisa.
Atau tidak mau.
"Semboyan-semboyan dan pidato-pidato yang keras itu kadangkala di bawahnya tidak jalan.
Tidak bisa ada penegakan hukum yang sungguh-sungguh karena jaringannya sudah gila."
Dua orang yang paling berani bicara tentang korupsi di Indonesia yang sama-sama pernah ada di dalam sistem, yang sama-sama pernah merasakannya dari dalam menyimpulkan hal yang sama.
Kuncinya ada di presiden.
Bukan di KPK.
Bukan di DPR.
Bukan di masyarakat sipil.
Karena presiden yang mengangkat Jaksa Agung. Presiden yang mengontrol KPK.
Presiden yang menentukan siapa yang naik ke eselon 1. Presiden yang bisa mengeluarkan Perpu.
Presiden yang bisa memutus jaringan korupsi dari atas.
Kalau presiden sungguh-sungguh mau apapun bisa.
Dan kalau tidak jalan itu bukan karena tidak bisa. Tapi karena tidak mau.
Rakyat yang membayar harganya setiap hari.
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo.
Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas.
Satu โ MBG seharusnya bukan untuk anak SMA:
Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan:
"Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil?
Kesehatan ibu anak, gizi anak?"
Kenapa ibu hamil?
Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh.
Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari.
Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal.
Dua โ diluncurkan terlalu besar terlalu cepat:
Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital.
Setiap kebijakan besar butuh modal politik.
Dan modal itu terbatas.
"Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited.
Saya enggak yakin kita punya itu."
MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus.
Tanpa pilot project.
Tanpa sistem pengawasan yang matang.
Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat.
Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan.
Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting โ habis digerus oleh satu program yang terburu-buru.
Tiga โ cara yang benar menurut Chatib:
Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana:
Mulai dari yang kecil dulu.
Yang bisa dikontrol langsung.
Yang hasilnya bisa langsung dirasakan.
Bangun kepercayaan dari situ.
Baru bergerak ke yang lebih besar.
MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu.
Dan hasilnya sudah terbukti.
Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan.
Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal.
Sasaran salah.
Skala terlalu besar terlalu cepat.
Tidak ada sistem pengawasan yang memadai.
Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya.
Itu bukan kesialan.
Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.
Isunya namaยฒ ini yg terlibat Korupsi MBG:
1. Nanik S Deyang
2 Patris Rumbayan ibunya Tedy
3 Ketua dprd jatim dan Jateng
4 Suwardi samiran
5 Dudung lewat kepala bgn
6 Puti Sari Gerindra komisi 9
7 D Mahari komisi 9
8 Yahya zaini
9 Wihardi banggar
10 Cucun Ahmad
11 ketua dan seluruh wakil banggar
12 Bima Arya Wamendagri
13 Wamenaker Feri
14 Ahmad Riza patria
15 ketua komisi 9
16 seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles honoris dan seluruh poksi komisi 9๏ฟผ
17 Dek gam komisi 9
18 Muslim Ayu komisi 3
19 fitroh Basori wakil kpk
20 Kajari Purwakarta Sulvia Dewi Hapsari SH, MH
21 Kapolres bekasi Kombes Sumarni
22 Irma Chaniago komisi 6
23 uya kuya komisi 3
24 Lula Kamal PIC Menko pangan
25 2 kolonel usulan AHY
26 gabungan asosiasi GAMBI-Kadin makan bergizi Indonesia... Dll.
isu saja bukan tuduhan proses masih diselidiki pihak terkait
sumber : threadsuzan18706
Serius nanya dari sudut pandang hukum buat belajar.
Misal nanti hal ini dituntut UU ITE dengan alasan fitnah (delik aduan), lalu di persidangan nanti pembuktiannya gimana?
Pemfitnah harus membuktikan bahwa orang yang disebut ini gay? Buktiinnya gimana? Trus pelapor harus apa?
Penasaran:
nyari tau โ
Dateng sendiri info nyaโ
Sering banget lewat daerah dharmawangsa terus mikir ๐คโyang punya rumah ini usaha apa ya?โ
Ah gokil ternyata usaha nya โKORUPSIโ๐ซต๐ญ
cc:threadalanntama
Guys, Prof. Ferry Latuhihin ekonom dengan 40 tahun pengalaman baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling mengerikan yang pernah gue dengar soal rupiah dalam beberapa tahun terakhir.
Dan yang bikin ini mengerikan
bukan hanya angkanya.
Tapi fakta bahwa prediksi-prediksi dia sebelumnya semua terbukti.
Track record prediksi Ferry yang perlu lo ketahui dulu:
Tahun lalu dia prediksi rating Indonesia akan di-downgrade.
Terjadi outlook dari stable menjadi negatif.
Tahun lalu dia prediksi dolar akan ke Rp17.000. Terjadi sekarang sudah Rp17.600.
Tahun lalu dia prediksi IHSG akan ambruk.
Terjadi sekarang di 6.700-an dan terus turun.
Bahkan ketika seluruh pasar modal Asia naik Indonesia satu-satunya yang minus.
Tiga prediksi.
Tiga-tiganya benar.
Dan sekarang dia punya prediksi baru.
Prediksi terbaru Ferry dan ini yang bikin gue tidak bisa tidur:
"Ramalan saya bisa 22.000 sampai 25.000 di semester kedua."
Dolar Rp22.000 sampai Rp25.000.
Dalam hitungan bulan.
Dan dia punya alasan yang sangat konkret bukan spekulasi kosong.
Mengapa bisa sampai ke sana penjelasannya:
Pertama โ harga minyak yang terus naik.
Harga minyak sudah di atas Rp100 per barel.
Kalau spot price-nya menyentuh Rp120 Indonesia yang masih mengimpor minyak dalam jumlah besar akan membutuhkan jauh lebih banyak dolar.
Permintaan dolar meledak.
Rupiah makin tertekan.
Kedua โ badai PHK yang sudah di depan mata.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sendiri yang bilang: badai PHK di depan mata.
Di tengah klaim pertumbuhan 5,61% dari Prabowo menterinya sendiri memberikan antitesis yang sangat telak.
Bisnis kaing-kaing karena dolar mahal.
Royalti pertambangan dinaikkan.
Komisi ojek online dipaksa turun ke 8% padahal 20% saja GoTo masih bleeding selama 10 tahun lebih.
Kalau platform ojek online berhenti operasi karena tidak bisa bayar 7 juta driver ojol menjadi pengangguran dalam semalam.
Ketiga โ defisit fiskal yang makin tidak terkendali.
Kuartal pertama saja sudah minus Rp240 triliun. Ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
MBG saja menghabiskan Rp335 triliun pos terbesar dalam APBN untuk program yang Ferry sebut sebagai bancakan.
Dan ketika pemerintah kehabisan uang dan terus terbitkan surat berharga negara yang dibeli oleh Bank Indonesia sendiri itu bukan keuangan yang sehat. Itu money printing untuk menutup program bakar duit.
Keempat โ El Nino yang masuk bulan Juli-Agustus.
El Nino akan memicu krisis pangan global. Indonesia yang masih impor kedelai, gula, beras, jagung, gandum semua dalam dolar akan menghadapi tekanan yang berlipat ganda.
Dolar makin mahal.
Bahan pangan makin mahal.
Rakyat makin tercekik.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh analisis Ferry:
"Kalau dolar ke atas Rp20.000 98 bisa terulang."
Dia tidak bilang ini untuk menakut-nakuti.
Dia bilang ini berdasarkan logika ekonom dengan 40 tahun pengalaman.
Masyarakat sekarang sudah tidak makan tabungan lagi.
Mereka makan pinjaman.
Pinjol sudah Rp110 triliun di luar sistem perbankan resmi.
Tabungan rata-rata masyarakat turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta.
Kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 46 juta.
Tinggal satu trigger.
Dan trigger itu bisa datang dari dolar yang menembus Rp20.000.
Dua rekomendasi darurat Ferry yang menurut gue sangat masuk akal:
Pertama โ hentikan MBG sekarang juga.
Bukan bertahap.
Sekarang.
Karena ratusan triliun yang diselamatkan bisa menjadi bumper untuk menahan tekanan rupiah.
Kedua โ ganti Purbaya dengan orang yang benar-benar dipercaya oleh market.
Karena selama Purbaya yang bicara dolar tetap naik. Market tidak berbohong.
Kalau kata-katanya dipercaya dolar tidak akan terus ngacir.
Dan soal pernyataan pemerintah yang bilang fundamental kuat:
Ferry bilang dengan sangat blak-blakan:
"Enggak dipercaya.
Lu mau ngomong apa juga di sana dolar tetap ngacir. Harga saham tambah ambruk.
Artinya omongan Anda tidak dipercaya oleh market."
Dan dia tambahkan sesuatu yang lebih pedas lagi:
Statement Purbaya soal kita keluar dari jebakan 5% menurut Ferry itu bukan untuk meyakinkan rakyat.
Itu untuk menghibur presiden supaya Purbaya tidak dipecat.
Ferry Latuhihin bukan dukun.
Dia ekonom.
Tiga prediksi sebelumnya terbukti semua.
Dan sekarang dia bilang Rp22.000 sampai Rp25.000 bisa terjadi di semester kedua 2026.
Kalau itu terjadi bukan hanya dompet yang terdampak.
Bukan hanya harga sembako yang naik.
Tapi fondasi dari seluruh sistem ekonomi yang sudah rapuh ini bisa runtuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari yang siapapun siapkan.
Dan presiden kita masih berdiri di podium bilang: "Selama Purbaya masih senyum tenang aja."
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 โ harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.