36-37 week
“Posisi udah bagus sehat, bayik udah dibawah. Inimah minggu depan juga bisa lahiran kalo mau usaha”
Seketika HAHHHH yaa Allah degdegan🥹☝🏻
Bismillah aku punya Allah kapanpun adek mau lahir ibu mau usaha🥹🤍
Hmmm,
Sebenernya daging kurban itu bisa2 aja dijadiin steak, cuman yaa hasilnya bakal mengecewakan banget..
Sapi kurban itu biasanya sapi lokal yg hidupnya aktif, banyak gerak, otot2nya terlatih.
Beda jauh ama sapi Wagyu atau Angus yang hidupnya slow living, dikontrol makannya, dan emg dibikin khusus biar dagingnya lembut. Sapi yag banyak gerak itu ototnya dense, jadi pas dimasak singkat kayak steak, dagingnya susah lunak.
Terus soal potongan.
Steak itu minta bagian spesifik, tenderloin, ribeye, sirloin, bagian yng emang jarang dipakai gerak sama si sapi. Waktu kurban, daging dibagi merata ke semua orang jadi kamu dapet campuran dari berbagai bagian tubuh, dan kebanyakan bukan bagian premium buat steak.
Masalah berikutnya adalah aging.
Steak di restoran itu dagingnya disimpen dulu berhari2 di suhu tertentu spy serat ototnya pelan2 breakdown dan jadi empuk. Daging kurban langsung dibagiin fresh, nggak ada proses itu, jadi struktur seratnya masih kaku.
Terakhir soal lemak.
Yag bikin steak juicy itu marbling, lemak halus yg nyebar di dalam daging. Sapi lokal kurban itu lean, lemaknya dikit, jadi kalau dimasak cepat hasilnya kering dan keras.
Makanya daging kurban itu jauh lebih happy kalau dimasak lama, rendang, semur, gulai.
Semoga terjawab.
Catatan ringan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah
yang paling baik terhadap keluarganya."
(HR. Tirmidzi)
Baik itu kadang bukan beliin yang mahal.
Baik itu lihat apa yang sebenarnya sakit.