Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
dan fyi mereka punya 20 perusahaan di sumatera, 32 perusahaan di kalimantan, 25 di papua, 2 di singapura dan 1 di jakarta. like imagine how devil they are. sda di indonesia dihabisin sama keluarga dia demi keuntungan mereka sendiri
Wkwkwkkw media nasional kicep, yg akhirnya speak up adalah media2 internasional
Niatnya mau membungkam kite2, ndilalah sedunia jadi tau bobroknya 😅
Gmn dah tuh caranye membungkam mereka eheheh
orang jepang kerja, bangun jam 7, jam 8 masih commute dan sarapan, jam 9 baru masuk, jam 5 sore pulang tenggo.
orang indo masuk jam 8, bangun jam 5 pagi, masih bisa kesiangan. bukan karena orang indo yang males tapi segala hal disini gak bisa efisien
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
1.000 gen Z berdiri dan meneriakkan "Papua Bukan Tanah Kosong", usai nobar Pesta Babi di Banda Aceh.
Pengalaman 30 tahun di bawah operasi militer, membuat penonton merasa relate dengan apa yang terjadi di Papua.
Narasi "anak bandel sukses, anak pintar malah biasa-biasa saja, malah nganggur" termasuk 𝗮𝗻𝗲𝗸𝗱𝗼𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗯𝗶𝗮𝘀 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳, 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝘀𝘁𝗮𝘁𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸.
Salah satu bias yang kuat pada statement ini adalah 𝘀𝘂𝗿𝘃𝗶𝘃𝗼𝗿𝘀𝗵𝗶𝗽 𝗯𝗶𝗮𝘀.
Kita terbiasa mendengar tentang Elon Musk, Steve Jobs, atau si pengusaha lokal yang katanya "dulu nakal tapi kini sukses." Tapi, kita tidak mendengar tentang ribuan hingga jutaan orang yang jalur serupa berakhir dengan kemiskinan atau pengangguran.
𝙋𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙛𝙖𝙠𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣.
Penelitian di Amerika Serikat tahun 2014, menunjukkan bahwa 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗦𝗠𝗔, 𝗯𝗲𝗿𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗱𝗲𝘄𝗮𝘀𝗮. Hasilnya signifikan secara statistik.
Penelitian lain menunjukkan bahwa, nilai matematika yang tinggi saat SMP, tepatnya kelas 8, berhubungan dengan pendapatan yang lebih tinggi, tingkat pendidikan yang lebih baik, dan angka pengangguran yang lebih rendah.
Nah tapi sebenarnya pembahasan "anak pintah malah biasa-biasa saja" itu ada sudut pandang lain yang menarik. Jadi ada penelitian di pelatihan militer yang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif dapat memprediksi nilai akademik dan militer, tapi kemampuan non-kognitif seperti kemampuan fisik dan grit lebih dapat memprediksi pencapaian lain, termasuk kelulusan 4 tahun.
Artinya?
𝗔𝗻𝗮𝗸 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗴𝘂𝘀 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗿𝗶𝘁, 𝗮𝗱𝗮𝗽𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮. Alasannya karena nilai akademik tinggi tanpa non-cognitive skills yang kuat dapat menghambat perkembangan anak tersebut di dunia kerja nantinya.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
1. Your high school GPA could affect your income
2. Predicting academic achievement and student absences in high school: The roles of student and school attributes
3.Cognitive and noncognitive predictors of success