Justru ini yg bikin eksploitasi dosen perempuan berlapis2. Kerjaan admin birokratik seremonial perawatan dititipin ke dosen perempuan tanpa upah yg layak. Logikanya: ya kan mrk bukan pencari nafkah utama~~
Pekerjaan2 ini kami beri label “bureaucatic housework”. Mampir ya ke sini
ada lagi diaspora mlethe yg berkomentar, "makanya ayo berkarier di ln saja pak/bu dosen, gajinya sekian lho, lulusan phd ln kok mau saja digaji segitu..."
nggak semudah itu ya. kita berjuang karena nggak semua punya privilej yg sama. kalo nggak bisa berempati mending MINGKEMO 😊
😔💔 Dosen harus jualan kue & narik ojek online demi bertahan hidup?"
Kesaksian Bu Dinda Dinanti di MK hari ini menghantam keras. Mengajar 290 mahasiswa dengan gaji Rp3 jutaan di Jakarta? Ini bukan dedikasi, ini kekerasan finansial sistemik.
Negara yang bangga dengan pendidikan tinggi, tapi dosennya kelaparan. Kapan UU Guru & Dosen dihormati? Ini memalukan.
Gimana ya caranya bantu-bantu dosen ini? Aku keinget dosenku yg akhirnya pindah jadi professor di China. Dia sering share dan membandingkan ketika dulu ngajar di top 3 PTN dan di China sekarang.
Kalo di Indo saking kecilnya gaji dosen, mereka terpaksa ambis ambil project, riset dll demi tambahan uang, ketika dia di China di kampusnya ternyata dibatasin persentase untuk ambil project diluar mengajar, karena tugas utama dosen itu ya mendidik sebenernya. Dan dia melihat koleganya di China ya fokus mendidik dan riset aja, krn secara gaji lebih dari layak untuk hidup nyaman 😭
KONTEKS KONSTITUSIONAL DOSEN YANG MENANGIS DI MK
Serikat Pekerja Kampus adalah pemohon dalam gugatan nomor 272/2025 di Mahkamah Konstitusi. P2G, sebagai organisasi profesi guru, juga hadir dalam gugatan ini sebagai pihak terkait. Berikut konteksnya:
Di tempatku lg musim ujian tesis, jadi senggol dikit bisa langsung jadi darting. Lebih darting lg krn baca respon2 sesama dosen yg menormalisasi gapok rendah, selama tunjangan2 tinggi. Ingat, harusnya kita (dosen) dijamin hidup layak, baru bisa dituntut tridharma, bkn sebaliknya.
Ya pantes aja kebijakan mengenai UMR itu jatuhnya yg menikmati buruh dan korporasi. Lah yang ngerti hukum aja ada dosen yg ngeluh gaji pokok di bawah UMR aja tanggepannya begini.
Toxic banget emang. Budaya gaji pokok dibikin rendah yg penting THP lewat UMR ini praktek culas yang mestinya skrg ga diterusin.
Sepanjang diskursus ini, gue paling ga paham sama yg menentang. Kaya, kalau dikabulkan kan lu juga yg enak? Gaperlu ambil job kebanyakan dan bisa fokus sama your main job? Even pas gue ngebahas guru honorer yg resign buat jadi gojek juga ada yg bilang gaboleh pasrah sama nasib
@BetaEpsilonPhi Itu logikanya di mana, dosen perguruan tinggi, hak2nya sedang diperjuangkan dosen lain, kok malah gk terima.
Kenapa dangkal banget gitu loh?
Ada usaha-usaha "Kill the Messenger"
DENGAN SENGAJA nyebut bukan Alumni UNAIR 😌.
FYI,
- Banyak Universitas DISKRIMINASI PARAH ke NON ALUMNI,
- Kalau S1 bukan di situ, (DIBIKIN) SUSYEH KARIERnya.
Nyari jadwal bimbingan skripsi dan tesispun juga jadi sulit kan? 😊
Sampe bingung baca dan dengar keluhan nyari jadwal bimbingan dari dosen aja bisa bulanan.
Alkisah, di sebuah kerajaan bernama Konoha, hiduplah seorang raja yang selama bertahun-tahun mempersempit saluran irigasi.
Air yang seharusnya mengalir ke sawah rakyat dibelokkan untuk mengisi kolam pemandian istana, tempat sang raja berendam bersama dayang-dayangnya.
Sawah-sawah rakyat pun mengering.
Warga belajar hidup dengan tanah yang retak, panen yang gagal, dan sumur yang makin dangkal.
Lama-lama, kekeringan tidak lagi terasa seperti kejahatan, melainkan seperti nasib yang harus diterima.
Hingga suatu masa, datanglah penguasa baru. Ia tampil bak pahlawan dengan membagikan air lewat truk tangki.
Sebagian warga menuntut agar saluran irigasi dibuka, supaya air bisa mengalir sesuai kebutuhan sawah mereka.
Sebagian lain merasa terselamatkan karena akhirnya mendapat air.
Meski tidak cukup, sang penguasa berhasil meyakinkan mereka untuk menerima.
Yang paling menyedihkan, warga yang menuntut haknya dicap tidak bersyukur, padahal saluran irigasi itu memang hak mereka.
Mereka hanya ingin air mengalir dengan layak, tanpa harus berterima kasih setiap kali penguasa mengirim sedikit air lewat truk tangki.
Maaf bu, saya kasian sama badan saya jangka panjang
Anak tidur ya saya tidur
Nulis manuskrip Scopus ya pas jam kerja. Jangan diglorifikasi lah kebiasaan hustle culture ala korporat.
Ingat, gaji pokok kita saja di bawah UMR.