kenapa harus ada perpisahan, baru banget kita bareng. nak, jangan lupa sapa dan ajak ngobrol bapak kalo nanti kalian udah lulus. bapak pasti kangen kalian, kalian harus tau itu. bapak bangga sama kalian. jangan lupain bapak 😭🙏🏼
Sesederhana membedakan Pemerintah Hindia Belanda as colonial state sama perusahaan swasta dr Belanda as colonial company aja, Ferry Irwandi gagal.
Dmn letak critical thinking yg sllu dia narasikan?
🚨 Nasib lebih dari 2.000 orang warga Dago Elos sebentar lagi ditentukan di Sidang PK 2 oleh lima hakim yang tidak ada satu pun punya rekam jejak menangani sengketa agraria.
𝗦𝗘𝗕𝗨𝗔𝗛 𝗨𝗧𝗔𝗦.
Baru tau ada debat ginian di thread.
Menarik. 2 orang dengan background berbeda, Ferry bg ekonomi, Zen RS bg sejarah. Topik yg dibahas apa Tan Malaka pernah digaji Belanda saat menjadi guru pd periode kolonial.
1. Ferry sendiri di awal klaimnya, sudah mengakui bahwa dia merujuk pada quote di internet. Bukan sumber primer atau sekunder langsung. Kevalidan sumbernya dipertanyakan!.
2. Kegagalan ferry dalam mengintepretasikan bacaan yg dia baca. Intepretasi sebuah sumber adalah hal yg sangat penting dalam ilmu sejarah.
Singkatnya, membaca teks masa lalu harus disertai dengan konteks atau sudut pandang saat itu juga. Berkali-kali ferry menyangkal bantahan Zen RS dg konteks realita hari ini (bukan zaman itu). Hal ini lah yg menurut Zen RS, argumennya muter-muter.
Contoh:
argumen bahwa komisaris/pegawai perusahaan perkebunan swasta adalah pejabat Hindia-Belanda, dibaca Ferry jika itu sama halnya dengan Tan Malaka digaji pemerintah Belanda. Argumen ini cukup fatal, karena kesalahan membaca konteks masa lalu yg dibaca dengan realita hari ini (dalam hal ini Ferry juga gagal membaca hukum tata negara dan administrasi negara). Logika Ferry ini sama hanya dengan mengatakan bahwa Indonesia benar dijajah 350 tahun karena menyamakan VOC dg Pemerintah Belanda.
3. Kalau tetep ngeyel, ya emang gue pikirin. Suruh masuk jurusan sejarah, fokus ke sejarah ekonomi kolonial biar mumet.