Selama ini, perencanaan TOD diputuskan secara top down, oleh Pemerintah, dan di dalam ruang tertutup. Jikapun non pemerintah maka tetap saja top-down dan tanpa keterlibatan publik, alias hanya dilakukan konsultan.
Mungkin ini satu2nya kegiatan yang mengajak segenap warga (lokal) utk merencanakan TOD secara kolaboratif. Tak hanya warga yang hadir, tapi juga akademisi, profesi, pemerintah dan bahkan juga operator!
@RujakRCUS bersama berbagai mitra, seperti Karsa Citylab, IARKI, PWK Untar, dll, memberanikan diri untuk membuka kotak pandora perencanaan - bgmn merencanakan bareng suatu kawasan berorientasi transit di kota yg sangat spekulatif seperti Jakarta.
Kami membuka beberapa spot untuk warlok dan pengguna transum Cawang Cikoko untuk terlibat dalam workskhop ini.
Bersama kita cari cara agar pengembangan kota dan kawasan di Jakarta bisa lebih inklusif dan manfaat (ekonomi) dapat dinikmati bersama serta tidak meminggirkan warga.
Kubu Konservatif Kanan udah dari kapan selalu dibeginiin. Rekening Organisasi, smpe Rekening Pribadi kena semua... Pdhal ada Dana yg digunakan utk Operasional Tanggap Darurat Bencana "aktivis kemanusiaan" juga & Puncaknya Organisasi dibubarkan.
Org Org hari ini kok kaget?
Tapi jujur satu keluarga satu sarjana itu gabakal terlalu ngaruh klo ga diiringi sama industrialisasi pemerintah. Skrng aja bisa bisa aja 1 keluarga satu sarjana, tapi ttp banyak yg nganggur karena gaada lapangan pekerjaan yg mumpuni
Buat Umat ga usah kagetan
Kalo ada so called aktivis bilang, "doa doang", "doa itu opium", "doa itu blablablabalabal", nyuruh kalian berhenti "aslamu"
Ga usah kagetan, nggak usah insecure
Percayalah
Kontribusi anda di masyarakat SUDAH PASTI JAUH LEBIH BESAR dari mereka