laki-laki seharusnya belajar menenangkan, bukan malah bikin perempuan mempertanyakan dirinya sendiri.
karena kadang perempuan udah berani jujur soal sedihnya, tapi malah dibalas, "kamu lebay" "drama" atau didiemin seolah perasaannya ganggu. padahal yang dibutuhin bukan jawaban sempurna, cuma didengerin, dipeluk lewat kata2, dan dikasih kepastian kalau dia tetap penting.
kiri: cara yang salah
ngeremehin perasaan, defensif, jawab seadanya, atau menghilang pas pasangan lagi butuh diyakinin.
kanan: cara yang tepat
bilang "maaf ya aku bikin kamu kepikiran" jelasin kalau lagi sibuk tanpa bikin dia merasa ditinggal, lalu tenangin dengan kata sederhana "aku tetap peduli kok, kamu penting buat aku"
alhamdulillah ya allah..
hari ini kembali diperingati betapa pentingnya air putih dan hindari minyak
mamah masuk rs, gejala stroke. habbitnya? jangan ditanya..
serba gorengan, kafein, dan amat sangat jarang minum air putih
bertemu dengan seseorang yang cara berfikirnya dewasa, sefrekuensi, mau diajak bercerita random, mementingkan pasangangannya, public speakingnya bagus, pergi kemanapun selalu kasih kabar, cuek, gak mudah tergoda dengan lawan jenis, cukup dengan satu pasangan is another level of happiness.
Yang dimau perempuan pas bilang,
"Aku bisa pulang sendiri".
Itu;
"Aku jemput yaa"
"Jangan sendiri, kan ada aku"
"Kamu bisa sendiri, tapi lebih aman sama aku"
"Tunggu disitu nanti aku jemput"
"Aku lagi dijalan, bentar lagi sampe kok"
Bukan;
"Ya udah, ati ati"