Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Lagi dan lagi dan lagi
Cermin gaya komunikasi publik pemerintah yg usang, simplistis, dan cenderung berlindung di balik narasi global untuk menjustifikasi beban yg dilemparkan begitu saja ke pundak rakyat.
Menahan kenaikan harga sejak Maret? Apa pula ini? Mau bikin narasi seolah2 pemerintah pahlawan hebat yg telah berkorban? Lalu rakyat harus tahu diri dan memaklumi kenaikan ini?
Gini ya ted, menyediakan energi dgn harga terjangkau adl kewajiban konstitusional pemerintah. Bukan kebaikan hat atau sedekah.
Pokoknya adak..
> be Boediono
> tidak plenger
> wakil presiden ke-11 indonesia dan juga ekonom senior
> menteri keuangan andalan saat era pemulihan pasca krisis
> sukses jaga stabilitas moneter selaku gubernur BI
> pimpin koordinasi kebijakan makroekonomi
> susun rencana pembangunan strategis saat menjabat kepala bappenas
> rancang program bantuan langsung tunai untuk rakyat miskin
> bantu lindungi indonesia dari dampak krisis finansial global
> pelopor reformasi birokrasi demi tata kelola pemerintahan bersih
> fokus rumuskan kebijakan subsidi tepat sasaran bagi rakyat
> dikenal sebagai teknokrat jujur yang sangat tenang
> bekerja dampingi SBY jalankan roda pemerintahan indonesia
Polanya gini:
Pertamax naik
Pengguna pertamax pindah ke pertalite
Antrian pertalite ramai dan jadi langka
Yang tersedia hanya pertamax
Orang-orang terpaksa pakai pertamax
Harga-harga akhirnya melambung semua
Pejabat tidak peduli karena mereka isi bensin bukan pakai duit mereka. Dan kalau pertalite yang dibuat melambung, tragedi 98 akan langsung berulang.
Bacot doang dollar ga ngaruh.
Romantisasi lagu MBG dan percaya Bahlil bisa kerja yang bener. Tai semua.
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
SBY 1 — 0 Jokowi + Prabowo
Dulu, jaman Presiden SBY, jika akan ada kenaikan BBM, mereka selalu kasih pengumuman ke publik soal kapan naiknya, berapa naiknya, kenapa harus dinaikkan harganya.
Tapi semenjak jaman Presiden Jokowi, pengumuman naik harga tengah malam, tanpa pengumuman publik, tanpa kasih kejelasan kenapa musti naik. Dan gaya itu terus dipakai sampai sekarang jaman Presiden Prabowo.
Sama rakyat sendiri aja kalian main sembunyi2 perihal hajat hidup orang banyak. Keterlaluan kalian!
Tahukan kalian kalau ini termasuk perbuatan zalim?
Semoga kelak hisabmu lama, Pak!! 😭
Ngga usah repot repot ganti Mentri Keuangan, pak.
Kalo bapak umumkan program MBG dan Kopdes dihentikan, mau mentrinya monyet juga itu IHSG pasti ijo pak 🙂
Saya sudah khawatir sejak 02 menjabat ditambah ada MBG, rupiah terus melemah sampai ke 17rb dan tidak ada tanda-tanda penguatan sedikit pun. Trennya naik terus.
Bagi yang pernah mengalami situasi 98, tolong kasih nasihat pada kami, Gen Milenilal Akhir- Gen Z, cara untuk persiapan bertahan hidup.
Kami ada yang baru menikah, baru punya anak, baru masukin anak ke sekolah, baru cicil rumah, cicil motor/mobil, baru buka usaha dll.
Saya yakin badai ini akan berlalu, tinggal tunggu momen ada yang dimakzulkan atau ada reset besar-besaran.
Sembari menunggu itu terjadi, kami harus survive menyelamatkan keluarga kami dulu.
Justru krn blio paham soal 98, mk blio sdh memastikan 98 ga trulang:
>Kasih proyek ke parcok-parjo
>Kasih makan & kerjaan ke orang desil bawah via MBG & KOPDES
Memastikan ga ada yg kelaparan utk turun ke jalan. Can't you see?
Yg ngeluh itu middle-class yg mager turun ke jalan
Kejadian Agustus tahun lalu pecah pun itu outlier krn arogansi + nirempati pejabatnya yg nyentuh ke isu "harga diri"
Sejak saat itu, bisa dilihat, pejabat blunder jauh lebih cepat minta maaf dibanding sbelumnya
Klo ngikutin gaya pak habibie bisa bisa banyak yg tantrum gak dapat jatah kue.
kenapa? karena yg dilakukan pak habibie langsung cut semua parasit-parasit dan benalu-benalu gak berguna di pemerintahan, plus mengganti elemen elemen penting sesuai dengan kompetensinya.
sekelas pangkostrad aja langsung diganti ko, terus kepercayaan pasar tumbuh jadi investasi naik.
sayangnya MPR gak suka dan beliau jadi satu satunya presiden yg pidato PJ nya ditolak sama DPR/MPR. ngerti kan?
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
Bayangin ada ketua organisasi make uang organisasinya dalam jumlah yg besar tanpa ngasih tau bendaharanya. Kalo ada organisasi kayak gitu, fix itu organisasi yg ga sehat. Nah celakanya ini beneran dilakukan sama negara 🥲
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Bayangin klubnya juara tapi hype-nya ketutup sama perpisahan Mo Salah dan rekor assist Bruno. Giliran kalah di Final UCL, se-timeline baru beneran meledak.
Kenapa sampai se-dibenci ini ya? Bener-bener vs everyone.