“Okeey, sekian aja pertemuan kita hari ini. Buat yang mau nanya, boleh tinggalin pertanyaannya di kotak ya. Lalu, jangan lupa absen akhir!”
Usai berkemas, Ia tersenyum hangat ke arah murid-muridnya, “bye, ges. Sampai ketemu Minggu depan. Hati-hati pulangnya!” Lalu pergi.
“Okeey, sekian aja pertemuan kita hari ini. Buat yang mau nanya, boleh tinggalin pertanyaannya di kotak ya. Lalu, jangan lupa absen akhir!”
Usai berkemas, Ia tersenyum hangat ke arah murid-muridnya, “bye, ges. Sampai ketemu Minggu depan. Hati-hati pulangnya!” Lalu pergi.
Nada menautkan jari-jarinya sementara atensinya berpusat penuh pada wajah-wajah sang murid.
“Ayah Jonker ini bekerja sebagai pengrajin lemari yang sukses. Nah, dari sinilah si Jonker punya pengalaman awal tentang kayu yang membuat dia akhirnya menjadi seorang pembuat tongkat.”
“Salah satu tokoh Muggle-born yang akan kita bahas malam ini adalah Johannes Jonker.” Berlembar-lembar perkamen pun terbang ke masing-masing meja murid-muridnya.
“Sebelumnya, ada yang tau beliau ini siapa? Selain dia itu Muggle-born.” Nada bertanya dan menunggu respon mereka.
“Perkenalkan, saya Serenada, bisa dipanggil Bu Nada. Dan untuk peraturan kelas bisa dicek di perkamen, ya. Salam kenal murid baru!” Ujarnya seraya menerbangkan beberapa perkamen.
🔗: https://t.co/rhHPzx2V6L
Nada lalu menambahkan, “murid lama, melipir dulu ya,” lalu terkekeh.
semua kembali ke sekolah dengan selamat. "terima kasih sudah hadir pada kelas malam ini, kalian sudah boleh kembali ke asrama masing-masing. selamat malam, selamat beristirahat, wizards." ucapnya, kemudian pergi meninggalkan kelas.