gue gabisa bilang it's me!!! thank you for speaking my mind loveee engga karena gue ga se oke itu + sangat tau jelas alesan gw ga gitu open up ke orang karena apa jir yg mau gue buka ksks gue udh telanjang
(drivers asked about the lego cars)
stroll: i'm indifferent 😐 i'm not gonna lose sleep over it. not gonna wake up super early in the morning excited about it
lando imitating him: same 😐 im pretty excited for it actually!
the whole room ijboling 😭😭
sebagai perempuan jujur tulisan 'lelaki menguasai dua dunia kita, yang di bumi dan yang di alam baka' lebih stir something in me. tapi masyarakat korban patriarki ini lebih reaktif ke kata 'istri' dan 'pelacur'
OBSESSION seperti berusaha mengemis iba untuk laki-laki incel, dan juga mimpi basah laki-laki. Navarrette's exceptional performance couldn't even save this lame film. Film sama sekali gak menunjukkan keberpihakannya pada seseorang yang hak otonominya dirampas gitu aja sama orang yang super duper cupu dan gak berani bertanggungjawab itu. Pun, setelah banyak kejadian aneh—terutama satu kejadian yang menyedihkan itu—Bear ngga diberikan sedikitpun rasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada Nikki, bahkan sampai akhir filmnya. Bear hanya merasa bersalah dan sengsara ketika kenyamanannya diusik, bukan karena ia sadar ia telah menyengsarakan orang lain.
Film juga ngga mempertanyakan kewarasan Bear di setiap kejadian anehnya, ia justru mempertanyakan Nikki—Barker menciptakan karakter teman-temannya yang melihat Nikki sebagai "si cegil" dan menempatkanya sebagai sumber masalah, hingga (sebagian) penonton pun dibuat berpikir demikian. Sampai akhir pun, Nikki tetaplah "the freaky Nikki" tanpa agensi atau victory apapun, very unfortunate karena she was a lovely person in the beginning. Yhaa tapi kalau kita hidup di tengah lingkungan yang apa-apa menyalahkan perempuan—termasuk penggunaan kata "cegil" yang ditujukan kepada perempuan yang "menggila" akibat tindakan laki-laki—susah juga...