IHSG di bawah 5.500 dan USD terhadap rupiah menyentuh Rp 18.171,- per siang ini. Pasar dinamis, pemerintah juga sdg berusaha membuat respon kebijakan yang terukur. Kita apresiasi dan dukung. Harapan saya sangat sederhana: semoga Menkeu tak merekomendasikan serok saham....🙏🏻
GM…
Pada postingan kemaren saya sampaikan decoupling terdeteksi. Saya terus mengatakan saya tak akan pernah mampu menganalisa perang, dan itu menurut saya juga buang-buang waktu karena dianalisa pun pasti salah alasannya saya bukan ahli militer.
Saya mau mengatakan Bitcoin curi start hari minggu tetapi tentu pikiran perang itu menghantui. Dan benar sejam sebelum pasar future AS buka, Iran serang.
Iran telah jauh maju dan pintar memahami siklus emosi AS juga apa yang akan membuatnya bertekuk lutut yaitu pasar sahamnya yang bernilai lebih dari GDP AS.
Senin masih akan naik dan saya juga mau uji kesaktian bahwa Blackrock hari Senin ini masih akan jual. Sehingga body candle hari Senin yang terbentuk akibat rontoknya KOSPI Korean serta melemahnya Yen Jepang akan dikoreksi saat closing esok hari jam 8 WITA.
Kenaikan Bitcoin Pagi ini ke 64K adalah reversal dan retail FOMO akan segera dimulai.
RSI 25
Status turun ke frontier atau stand alone itu jika ada masalah transparansi data, capital control, sistem transaksi bursa yang masih outdated, metode akuntansi yang tidak internasional standard, jumlah saham yang memenuhi cut off size dan likuiditas (kalau ga salah) kurang dari 3
Harga saham yang turun, kebijakan pemerintah yang tidak market friendly, itu masih risiko pasar
Jonatan bermain antiklimaks, terburu2, banjir unforced error. Victor Lai tampil tenang, fokus, dan mengendalikan total permainan.
Gelar Super 1.000 pertama bagi pemain kawasan Pan-Amerika.
🎉🔥 LET’S WELCOME OUR NEW TOP 10 MEN’S DOUBLES PAIR, RAYMOND INDRA / NIKOLAUS JOAQUIN!! 🇮🇩🚀
Raymond Indra and Nikolaus Joaquin are projected to break into the TOP 10 of the BWF World Rankings for the very first time, rising to WORLD #10 on the 9 June 2026 ranking release.
Indonesia Open 2026 bukan hanya sukses sebagai turnamen, tapi juga berhasil buat banyak orang kembali excited pada badminton.
Atmosfer yang meriah, pertandingan kelas dunia, dan pengalaman menonton yang semakin berkesan buat setiap hari di venue terasa spesial.
Ketika olahraga, hiburan, dan pengalaman penonton berpadu dengan baik, yang tersisa bukan hanya kenangan pertandingan, tapi juga rasa rindu yang muncul bahkan sebelum turnamennya berakhir. Terimakasih Djarum!! In Djarum We Trust🏸❤️✨
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok guna mengurai hambatan logistik akibat penumpukan sekitar 3.100 kontainer bahan baku industri pada Sabtu (6/6/2026). Purbaya menginstruksikan penambahan personel serta pemberlakuan sanksi denda tegas bagi importir yang sengaja menimbun barang di area pelabuhan.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #SidakTanjungPriok #MenkeuPurbaya #BeaCukaiPriok #EkonomiIndonesia
Purbaya menanggapi Inverted Yield Curve (IYC): Bukan Resesi
Inverted Yield Curve (IYC) atau Kurva Imbal Hasil Terbalik adalah kondisi dimana bunga untuk meminjam dalam jangka pendek (misal 1 tahun) lebih besar daripada bunga untuk meminjam jangka dalam panjang (misal 10 tahun)
Di AS, IYC biasanya menjadi momok tanda munculnya resesi ke depannya
Di sana, IYC menjadi ramalan akurat datangnya resesi. Rekor historis: Sejak akhir 1970-an, hampir setiap resesi AS didahului oleh inverted yield curve (khususnya spread 10Y-2Y atau 10Y-3M). Lead time biasanya 6–24 bulan
Nah, bagaimana IYC di Indonesia?
Menurut Purbaya, IYC tidak selalu diterjemahkan sebagai penanda bahwa perekonomian akan masuk ke dalam jurang resesi
Ia menjelaskan: "Yang jangka pendek kan dinaikin BI sengaja kan, lewat SRBI kan akhirnya inverted tapi bukan menggambarkan itu akan resesi karena nggak pure market condition yang menjalankan itu"
Menurut saya, kali ini omongan Purbaya boleh dibilang ada benernya
Inverted Yield Curve (IYC) di Indonesia kurang akurat sebagai prediktor resesi dibandingkan di AS. Ini karena pasar obligasi Indonesia lebih dipengaruhi oleh kebijakan BI, intervensi pemerintah, dan faktor eksternal (seperti capital flow & rupiah), bukan pure market expectation seperti di AS
Secara historis, Indonesia pernah mengalami beberapa kasus IYC namun tidak diikuti resesi, karena ekonomi lebih tahan (didukung konsumsi domestik, komoditas, dll)
Saat ini ada fenomena IYC di pasar obligasi Indonesia. Ini lebih disebabkan BI menaikkan suku bunga jangka pendek (SRBI dll) untuk stabilisasi rupiah & capital flow, bukan karena ekspektasi resesi
Untuk kasus Indonesia, IYC tidak bisa dijadikan indikator satu-satunya bahwa akan terjadi resesi
Sumber berita:
https://t.co/N1SQHRVDo8
Teman-teman pencari kerja, bisa Subscribe info loker via telegram di website baru ku https://t.co/dAuOEiyFJq ya. GRATIS.
Aktivasi via bot Telegram.
Jadi ntar kalo ada loker yang cocok, otomatis kalian akan terima.
Ku upayakan banyak info lowongan kerjanya 🫡 Webnya masi baru soft launching. Blom semua fitur jadi.
Makasi ya. Semoga platform @brosiskerjaid ini bisa membantu di masa-masa ini. ✨
Lu tau gak apa yang bikin kesel dari news ini apa ?
Details on the mechanism are still unclear and we haven’t received the regulation yet,” said Eddy Martono, chairman of the Indonesian Palm Oil Association, known as Gapki.
Kebiasaan belum matang 100% tapi langsung diumumin ke public. Tolong lah perbaikin komunikasi nya, gimana investor kgk makin gila kalo kyk gini tiap hari.