Pertemanan yang makin dewasa ngebuat orang-orang datang dan pergi sangat terasa. Dulu ngerasa ditinggal sama temen-temen yg punya perbedaan pencapaian, fase hidup, prioritas. Sekarang sudah bisa mulai menerima "tiap masa ada orangnya, tiap orang ada masanya"
Mengakui perasaan itu susah bgt. Tapi dengan mengakuinya, gue dikit-dikit mulai tau dan mencoba memahami kesalahannya. Tiap perilaku pasti ada latar belakangnya
Cek. Dua tahun tidak posting, sesekali mampir buat liat2 kabar. Hari ini baru selesai scroll postingan sampai 2014. Mengingat lagi Monica versi bertahun2 lalu. Ada yg berubah, ada yg tidak.
Yeay, hari ini sepertinya rekor terbanyakku membaca buku. Dari Keajaiban Toko Kelontong, Istri Bukan Pembantu, sampai di Dua Belas Pasang Mata. Semuanya tentu ngga langsung santap habis, tapi cicil2. #KlubBukuDigital#SahabatTanpaBatas@gramediaebooks@byu_id
Anw, baca buku ini di gramdig dengan mode baca gulir bikin bingung sebenernya gue udah sampe halaman berapa. Ternyata dipaling bawah ada keterangan sisa halam buat dibaca sama perkiraan waktu bacanya, haha.
Semua orang pada dasarnya baik sebenernya, cuma kadang suka kalah sama ego. Dalam hal Miss Koishi ini, penduduk desa ngga nerima Miss Koishi hanya perkara tampilan. Membenarkan yg biasanya benar. Karena Miss Koishi ngga sama, ya monmaap, susah masuk gitu.
Trus masuk konflik lagi, saat kaki Miss Koishi jatuh ke perangkap pasir. Disini ternyata penduduk desa tetep bantuin Miss Koishi walaupun mayoritas ngga suka sama Miss Koishi yg dianggap kelewat modern