mau jelasin ke orang apa itu overstimulated/overwhelmed/meltdown juga lelah duluan, punya tenaga pun mau jelasin sensasi atau situasi apa yang terjadi nanti diremehin jadinya
born to deserve akomodasi dan understanding forced take being labeled "malas" "gak niat"
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
GURU, DOSEN, PERAWAT, DOKTER.
1. Guru.
Banyak guru, apalagi honorer, gajinya bahkan di bawah UMR. Ada yang cuma dibayar per jam, kadang telat cair, bahkan harus punya side hustle biar bisa hidup.
2. Dosen.
Orang sering mikir dosen itu “wah keren , kerja santai”. Padahal realitanya harus ngajar, bimbingan, penelitian, publikasi, dan banyak beban administrasi.
Dan di sisi lain, mereka dituntut publish jurnal internasional yang kadang ga murah, ikut konferensi (yang kadang keluar duit sendiri dulu), tapi support sistemnya belum kuat. Apalagi kalo dosen baru yang belum tetap.
3. Perawat.
Coba kalian ke rumah sakit, perawatlah yang paling sering kontak sama pasien, blm lgi shift panjang, kadang harus ngadepin keluarga pasien juga.
Praktik di lapangan, masih banyak perawat yang gajinya gak sebanding sama workload. Bahkan ada yang kontrak bertahun-tahun tanpa kejelasan.
4. Dokter.
Keliatannya “wah dokter pasti kaya”, tapi terkadang nyatanya ga gitu. Banyak dokter umum yang gajinya belum tinggi, terutama di daerah atau fasilitas tertentu. Kalian pernah inget yang viral dokter bpjs digaji 3600 per pasien?🥲🥲
Aku bikin thread cara cek turnitin unnes, silakan dicek yaa -ness semoga bermanfaat 🙏 kalo mau tanya boleh komen aja jangan dm. Koreksi juga kalo ada yang salah atau kelewat.
https://t.co/r0REOWraDK
coba kalian cek anak2 OSN itu, yang sampai tembus nasional...
coba bandingin berapa persen anak yang dari keluarga ekonomi menengah kebawah, sama yang dari keluarga ekonomi menengah keatas, OFC banyak yang dari menengah keatas lahhh...
makannya privilege tuh aslinya sengaruh itu....
1. Differential learning nggak mungkin bisa dijalanin di ruang-ruang kelas kita. Dengan 30an anak, mana mungkin guru bisa fair ke pemilik gaya belajar 4 itu.
2. Energi guru-mungkin bias- habis duluan utk mikir learning approaches yg asik. Padahal, bisa jadi siswanya belum siap.
Mereka yang menggugat ini bukan cari panggung.
Mereka lagi teriak karena sistem pendidikan kita lagi ditarik pelan-pelan ke jurang, sambil pura-pura semuanya baik-baik saja.
Guru dirumahkan, anggaran dipangkas, tapi yang dipelihara justru program yang dari awal penuh tanda tanya.
Kalau suara seperti ini masih diabaikan, jangan kaget kalau nanti yang hilang bukan cuma kualitas pendidikan… tapi masa depan satu generasi.
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
HAHHH? demi Allah baru tau kalau harus dimatikan 😭😭
saya selama ini tiap masakan udah matang, kompornya selalu nyala sampai LPG meledak. baru dimatikan ketika rumah sudah gosong