Nggak mikir kan, secinta apa rakyat kalian ke negara kiamat ini? It's an act of love. You don't know what love is. That's why you see it as a threat. You know nothing about love, so you call it violence.
Saying that the protest is unnecessary because the market and rupiah are making a rebound is like saying you can cancel your dentist appointment because the painkillers stopped your toothache. The symptom improved, not necessarily the problem.
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Justru itu Cut Nyak Dien perang melawan Belanda juga bentuk feminisme
"Gak ada istilah feminisme"
Lu ngerti feminisme aja kagak, malah tolol tololin orang padahal sendirinya tolol
tau ga, alasan kenapa kadal dadah-dadah itu bukan say hi ke kita wkwkwkw
itutuh kek dia lagi bilang; jangan serang aku, aku lemah, kita damai aja 😭😭
tapi di kita keliatannya kek lagi say hi, padahal lagi takut dia tuuu karna kita di mata dia kek predatornya 😭😭
https://t.co/Q93yHexWHr
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.