with the same logic, di waktu yang sama bakal banyak ngebuang 'air bersih' demi sampe tujuan
kenapa ga nyari market yang pas di mana orang bener2 nikmatin kamu sebagai kopi hitam instead of become clear tap water
Data Analytics from Zero to Expert
A Udemy Complete Paid Course for Free for 24 Hours
Applicable for First 500 People
This Free Course Covers:
- Excel
- SQL
- Python
- R
Like , Retweet & Reply "Data" to get it for free
Must be following me so that I DM you
“Oh, kamu belum kerja juga ya?”
“Dia udah keterima di BUMN tuh, umurnya di bawah kamu loh."
"Itu temen SMP mu tembus CPNS kemaren."
"Eh, sepupumu udah beli rumah di Pantai Indah Kapuk. Ada rooftop, ada kolam renang indoor lagi.”
Selamat untuk mereka.
Tapi dengerin ini baik-baik.
Membandingkan hidup orang lain itu cara tercepat buat nyakitin dan merusak mental orang yang lagi berjuang all out.
Kamu nggak tahu ada yang udah kirim ratusan lamaran kerja, tapi nggak ada satu pun yang manggil interview.
Kamu nggak tahu ada yang keliatan sukses di LinkedIn, padahal tiap bulan masih bingung bayar cicilan.
Kamu juga nggak tahu rumah di PIK itu datang lengkap dengan KPR puluhan tahun dan anxiety yang nggak kelar-kelar.
Tetap aja, orang hobi ngebanding-bandingin.
Seolah hidup itu perlombaan lari, semua orang harus finish bareng di garis yang sama.
Padahal kenyataannya, game kita boro-boro sama. Kayak main ranked, level sama tapi musuhnya beda-beda.
Kesuksesan itu nggak punya deadline. Nggak ikut timeline orang tua kamu, nggak ikut omongan tetangga, apalagi jadwal hidup orang lain.
Begitu juga untuk kamu yang lagi menang, usaha lancar, karier naik, hati penuh cinta. Jangan banding-bandingin buat pamer atau cari validasi.
Karena perbandingan, bahkan yang niatnya baik, ujung-ujungnya tetap bisa bikin hancur orang lain.
Kamu mau tahu apa arti keren yang sebenarnya?
Ketika kita bisa dukung orang lain tanpa harus ngebandingin. Bisa sayang tanpa ngitung siapa berhasil duluan. Bisa bangga tanpa embel-embel “tapi si itu udah bla bla bla.”
Jadi kalau lain kali ada yang nyeletuk, “Eh dia udah keterima kerja, kamu kapan?”
Senyumin aja, terus bilang,
“Aku lagi bangun hidup yang sesuai nilai aku, sesuai waktuku, sesuai jalanku. Dan itu cukup keren buat aku sendiri.”