Sumitro saking muaknya dengan kebijakan ekonomi Soekarno yang sentralistik, cetak uang sembarangan, dan korup.
Dia sampai bergabung dengan pemberontakan PRRI di tahun 1958.
Dia jadi menteri di kabinet pemberontak dan akhirnya harus kabur jadi buronan politik di luar negeri selama bertahun-tahun.
Ironisnya kebijakan yang dulu bikin bapaknya sampai rela memberontak dan jadi buronan, sekarang polanya malah diulang di era kepemimpinan anaknya sendiri wkwk.
walaupun banyak orang yang bilang ini pencitraan
tapi ada 3 gubernur yang waktu ada demo
bukannya menghadang pake aparat
tapi menemui para demonstran dan diskusi
prabowo kagak mau nih percintraan doang loh
diantara 3 ini menurut lu mana nih yang oke:
- sherlly gub maluku
- anies gub dki
- ganjar gub jateng
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?
Kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami.
Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami. Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini.
gw suka banget sama konten mereka dari jaman masih dibawah brand.
kontennya kocak kocak dan tak lupa diselipin satir politik.
dan tadi mereka juga ikutan demo.
respect banget sama Hecticholic🙌🙌
Bos Buruh Udah Diamanin, Badai PHK Babak Kedua Udah Dijadwalin 👇
Lembaga CORE baru rilis riset, judulnya aja lumayan provokatif: "Badai PHK (Belum) Berlalu".
Prediksinya 15 sampai 20 ribu buruh kehilangan kerjaan di semester dua ini, paling banyak di manufaktur.
Prediksi ini berlaku kalau Selat Hormuz masih macet dan rupiah tetep di atas 17.400. Cek kondisi hari ini: dua-duanya masih jalan. Jadi 20 ribu itu udah kayak jadwal, tinggal nunggu tanggal mainnya.
Singaktnya dalam laporan terserbut adalah domino efek dari perang iran yg bikin bahan baku langka, rupiah lemah bikin makin mahal, pabrik mangkas output, orangnya ikut dipangkas.
Nah yang menarik, riset ini keluar 29 Mei. Sepuluh hari kemudian Said Iqbal dilantik Prabowo jadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, setingkat menteri. Katanya sih mau ((berjuang dari dalam)) 😋
Jadi pas jadwal badai PHK babak dua udah kebaca, orang yang biasanya mimpin buruh turun ke jalan malah dapet kursi di Istana. Rapi banget timing-nya 😹
Terus, 20 ribu orang itu nanti gak bakal muncul di angka pengangguran. Di Indonesia orang yang kehilangan kerja besoknya langsung narik ojol atau jualan di Shopee.
Statistik nyebutnya pekerja informal: 87,7 juta orang, hampir 6 dari 10 pekerja aktif, tanpa pesangon, tanpa jaring apa-apa.
Semester satu kemarin 15 ribu kena, itu data resmi Kemnaker. Semester dua diprediksi 20 ribu. Buruh yang kena makin banyak, bosnya udah duduk manis di dalem 🤗
[KerupukOpini]
https://t.co/QtQtHMGlBj
Gila! Tulisan Om Bea Wiharta! Gila! 🤯
Buat yang gatau Om Bea;
Beawiharta (sering disapa Om Bea) adalah seorang visual storyteller dan mantan pewarta foto senior Reuters yang telah berkarya selama lebih dari 20 tahun di Asia Tenggara. Dikenal dengan karya dokumenter humanisnya, ia kini bekerja independen dan aktif meluncurkan buku foto, seperti memoar Unbreakable.
Merinding! Kalian boleh coba 'mengunjungi' link atau main ke IG Mas Bea, lalu membaca sambil kalian amati slide per slide photonya! 🤯
Tak dapat dipungkiri memang MBG membuka banyak lapangan kerja di banyak daerah hingga pedesaan, akan tetapi ini justru akan membebankan APBN negara secara terus-menerus.
Coba deh banyangin kalo APBN tersebut diarahkan ke program lain yang tujuannya sama untuk membuka lapangan pekerjaan juga hingga ke pedesaan. Misalkan program UMKM atau membuka banyak balai pelatihan yang tujuannya meningkatkan SDM
Lama kelamaan masyarakat akan mandiri bahkan mereka bisa membuka lapangan pekerjaan yang tidak akan membebankan APBN negara secara terus-menerus.
43 JUTA MURID SETUJU MBG DILANJUTKAN!
Kami juga menyampaikan, per 10 Juni sudah 80,7% murid yang sudah mendapatkan MBG.
Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG.
Mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif.
Baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah.
Maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
1998: Fahri Hamzah pimpin KAMMI, turun ke jalan lawan Orde Baru.
Tuntutannya: cabut dwifungsi ABRI, berantas KKN, tegakkan demokrasi.
2024: Fahri masuk Kabinet Prabowo jadi Wakil Menteri.
2026: Di depan kamera, Fahri bilang mahasiswa yang demo "salah paham."
Bilang Prabowo punya "niat baik."
Bilang sistemnya sudah baik.
Di malam yang sama, Feri Amsari mencatat: dari enam agenda reformasi yang dulu diperjuangkan , lima sudah rusak.
Multifungsi militer kembali.
Polisi masuk ruang sipil.
DPR bukan lagi penyeimbang eksekutif.
Fahri tidak membantah satu angka pun.
Dulu Fahri di jalanan, tuntut cabut dwifungsi ABRI.
Sekarang Fahri di kabinet , dan dwifungsi itu sedang kembali dalam wujud baru.
Yang berubah bukan situasinya.
Yang berubah adalah posisi duduknya.
Kalau niat baik cukup jadi alasan untuk tidak dikritik , kenapa dulu Fahri turun ke jalan?
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter