#ARTSHARE
FOLLOWERS ONLY
These Art Share threads are a way to help my art mewtuals,so they are meant for them only
Share your latest/best/favorite artwork below:
(I will retweet all my Followers' entries)
Please retweet for visibility
Keep it SFW
NO A*I
https://t.co/JohrrZVxM0
@lynnavtt Hello Lynna. Thanks for the opportunity, I would love to join V-Gen! I do rigging and VTuber model sketch. Here's one of my portofolio
https://t.co/8neK1GxTKX
Excited to share of my latest project for Jellyfish! Happy to handle both the illustration and Live2D rigging. Hereβs a sneak peek of the progress so far, new multiple toggles including chibi toggle.
Nerptune's model :
https://t.co/7w7ZmNvorp
@nerptoons
@shi_vii Helloooo vickyy, thanks for the opportunity! I would love to join V-Gen. To check, here's my one of my portofolio as well. I do rig and VTuber model sketch
https://t.co/8neK1GxTKX
Excited to share of my latest project for Jellyfish! Happy to handle both the illustration and Live2D rigging. Hereβs a sneak peek of the progress so far, new multiple toggles including chibi toggle.
Nerptune's model :
https://t.co/7w7ZmNvorp
@nerptoons
A wonderful birthday gift commission for Vel! It's pleasure drawing your OC into Fugi for stream assets! Thank you so much for trusting me with your amazing vision!
#streaming#commissioned
Brand Guideline: Kenapa Kita Gak Bisa Seenaknya Mengubah Logo Punya Orang.
Jujur, pas pertama kali lihat drama lomba fanart Tomoro x Frieren itu, reaksi pertamaku biasa aja. Saking seringnya kasus orang bikin fanart pakai AI, aku udah capek nanggepinnya.
Tapi pas baca tweet si pelaku yang ngotot bilang "gak ada aturan harus buat brand dan logonya, bebas mau kutambahin apapun", aku langsung geleng-geleng. Kalimat itu nunjukkin kalau masih ada orang yang genuinely nggak ngerti kenapa logo perusahaan itu bukan sesuatu yang bisa diutak-atik seenaknya.
Karena itu, sekarang aku mau bahas soal Brand Guideline atau GSM.
Setiap perusahaan yang serius soal identitasnya punya yang namanya Brand Guideline atau Graphic Standard Manual (GSM). Isinya bukan cuma "ini logo kami". Di sana ada aturan soal warna yang boleh dipakai (beserta kode hexnya yang spesifik banget), jenis huruf resmi, jarak minimum logo dari elemen lain, ukuran minimum supaya logo masih terbaca, sampai versi warna apa yang boleh dipakai di latar belakang gelap versus terang.
Kalau kamu pernah lihat logo merek besar kayak Nike, Apple, atau bahkan brand lokal macam Tokopedia tapi logonya selalu kelihatan "konsisten" di mana-mana, itu bukan kebetulan. Itu hasil dari dokumen panjang yang dijaga ketat sama tim desain dan legal mereka. Ya, saking pentingnya, sampai tim legal dan deretan lawyernya ikut ngejagain.
Brand itu aset. Bukan sekadar kiasan, tapi aset dalam artian hukum dan finansial yang nyata. Nilai sebuah perusahaan di mata investor, konsumen, dan pasar sebagian besar ditentukan oleh seberapa kuat dan konsisten identitas visualnya.
Bayangin kamu beli sepatu Nike tapi logo swoosh-nya bantet dikit, warnanya agak pudar, dan tarikan garisnya beda dari yang biasanya. Mungkin kamu nggak langsung sadar, tapi otak kamu bakal nangkep ada yang aneh. Perasaan "ini kayaknya bukan yang asli" itu muncul karena kamu terbiasa sama versi yang konsisten. Itulah kenapa perusahaan sekelas Nike punya tim yang kerjanya khusus mastiin logo mereka dipakai dengan benar di seluruh dunia.
Sekarang kalkulasi dampaknya kalau aturan itu dilanggar secara massif. Konsumen mulai nggak yakin mana yang resmi. Di dunia yang bergerak cepat kayak sekarang, kepercayaan itu bisa hilang lebih cepat dari yang dibangunnya.
Untuk konteks lomba atau kolaborasi resmi, melanggar brand guideline itu bukan cuma soal estetika, tapi bisa masuk ke ranah hukum.
Perusahaan bisa mencabut izin penggunaan aset mereka, mendiskualifikasi peserta, bahkan dalam kasus tertentu mengeluarkan tuntutan hukum kalau penggunaan logo yang salah terbukti merugikan reputasi brand.
Di luar lomba pun sama. Kalau ada desainer atau agensi yang mengerjakan proyek untuk klien, dan dengan santainya mengubah proporsi logo atau pakai warna yang salah di materi promosi, bukan cuma bakal bikin klien marah. Mereka akan dicap nggak profesional, dan di industri kreatif, reputasi adalah segalanya.
Melanggar guideline itu melebihi perkara teknis, tindakan ini menunjukkan attitude seseorang. Seorang kreator yang baik tahu kapan harus mengikuti rules dan kapan ada ruang untuk bereksperimen, dan lomba berhadiah dengan brand resmi jelas bukan tempatnya.
Bagi desainer atau konten kreator yang bekerja dengan brand orang lain, pertanyaannya bukan cuma "apakah ada yang larang?". Tapi seberapa jauh kita menghormati kerja orang lain yang sudah membangun identitas itu bertahun-tahun?
Akhir kata, logo yang "cuma diganti dikit" itu bukan soal selera, tapi soal integritas.
Apakah kamu bisa dipercaya, untuk megang sesuatu yang bukan punya kamu?
π Like & RT are very apreciated π
Hyledd Eoghania open commission chibi, khusus Indo ajaγΎβ (β ο½₯β Οβ ο½₯β *β )β οΎ
Ketuk DM untuk order, jangan lupa mention after DM (β β§β β½β β¦β )b
Sample nya ada di bawah ya π
#HyleddEoghania_commis#opencommission#commissionopen
Artist+ anyone wanna give me code for VGen Artist+? That's would be very helpful for me! I appreciated #vgencode#vgenartist#vgencodegiveaway
https://t.co/8neK1GxTKX
Excited to share of my latest project for Jellyfish! Happy to handle both the illustration and Live2D rigging. Hereβs a sneak peek of the progress so far, new multiple toggles including chibi toggle.
Nerptune's model :
https://t.co/7w7ZmNvorp
@nerptoons