Fella travelling in a limousine and flying off to Russia in a private plane when his citizens and neighbours are suffering from the haze 💀💀💀 Zero sense of shame 🤡
Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional Mayong, Jepara, Jawa Tengah, KH. A. Mundoffar Al Hafidh, menyatakan bahwa menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hukumnya haram dan memutuskan untuk menolak program tersebut.
alasan Ustadz Abdul Somad tak pernah mau pimpin sholat istisqa pas kebakaran hutan:
> UAS seumur hidup tegas tak pernah mau ikut atau dipaksa sholat minta hujan pas bencana kabut asap.
> alasannya, fenomena itu bukan murni bencana kemarau, tapi ulah kejahatan manusia yang sengaja membakar
> gara-gara rasa kemanusiaan dan rahmat dicabut dari hati pelaku, 6,7 juta orang harus sengsara menghirup udara kotor
> ironisnya, oknum pembakar hutan itu malah ikut-ikutan berdiri di barisan sholat istisqa seolah tanpa dosa
> menurutnya, minta hujan untuk memadamkan kelakuan kriminal sama saja kayak mendoakan orang jahat lepas dari tanggung jawab
> uas bilang 'ini bukan kebakaran tapi dibakar, itu kejahatan, kok malah didoakan?'
Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo Meluas ke 19 Sekolah, Total Korban Tembus 566 Orang
Selengkapnya baca di sini: https://t.co/GJwmRarqq8
Jumlah korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah.
Hingga Rabu (2/9/2026) siang, total korban melonjak menjadi 566 orang.
Kasus ini tidak hanya menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Putat Tanggulangin, tetapi juga meluas dan berdampak pada siswa dari 19 sekolah lain di wilayah tersebut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi adanya lonjakan angka korban setelah sejumlah pasien yang sebelumnya bertahan di posko lapangan Ponpes Manba’ul Hikam harus dirujuk ke rumah sakit.
"Total jumlah 531 kalau enggak salah. Tapi barusan ada tambahan 35 (yang dirujuk ke rumah sakit), jadi total 566 lah," kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, Rabu (2/9/2026).
Dari total 566 korban terdampak, sebanyak 88 orang di antaranya saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit terdekat.
Petugas medis terpaksa mengevaluasi puluhan santri yang sebelumnya dirawat di lokasi kejadian.
"Yang kemarin kita pertahankan untuk di masjid sebagai apa lapangan, itu ternyata memang harus kami evakuasi ke rumah sakit kurang lebih ada 35," jelas Lakhsmie.
Sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan para korban antara lain RSUD R.T. Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, hingga RS Arafah Anwar Medika.
Meski jumlah korban yang dirawat cukup banyak, Dinkes Sidoarjo memastikan kondisi para pasien tergolong stabil dan tidak ada yang membutuhkan perawatan khusus.
"Secara umum yang opname stabil. Secara umum stabil, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus enggak ada," tambah Lakhsmie.
Sementara itu, sekitar 470 korban lainnya telah dipulangkan atau menjalani rawat jalan setelah kondisinya dinyatakan mulai membaik.
Kendati demikian, tim medis tetap melakukan pemantauan berkala terhadap para siswa dari 19 sekolah serta para santri yang sudah berada di rumah.
"Ya, tentunya kalau misalnya memang dirasa perlu masih ada keluhan, ya kontrol. Kalau tidak, dengan obat yang sudah diberikan cukup, ya cukup, selesai," pungkasnya.
~KS #articleonfeed #keracunanmbg
Seorang lansia berusia 72 tahun gagal terbang dengan Lion Air dari Bandara Kualanamu pada 23 Agustus 2026, bukan karena melanggar aturan, melainkan karena staf counter check-in memintanya membayar lebih dari Rp8 juta untuk abu jenazah suaminya yang digendong. Padahal ketentuan Lion Air sendiri memperbolehkan penumpang membawa abu jenazah selama dokumen lengkap. Ketika keluarga menunjukkan bukti aturan tersebut, petugas tetap bersikukuh, hingga salah satunya terpaksa terbang sendirian. Penumpang yang sudah sepuh dan kesulitan berjalan, akhirnya terpaksa membeli tiket baru di Citilink, yang justru tidak mempermasalahkan abu jenazah tersebut.
Bayangkan bagaimana takutnya dia melihat kobaran api dimana-mana, keluarganya entah bagaimana nasibnya
Ini semacam kiamat bagi satwa yg ada di hutan Kalimantan
@RA_leather Adakah aturan yg dipakai utk menyebut tindakan maba sebagai pelanggaran berat yg dapat berujung DO? Bila tidak berdasar, pihak maba & keluarganya dapat menuntut kampus kalo sampai di-DO