Kemarin penerimaan KKN di salah satu kecamatan jateng, kita minta foto gaya UGM yg gini 👌 di dada. Disautin sama camat&perangkat desanya "dadane sopo" and membuat pose 👌👈 in front of us mahasiswa dan DPL 😅 what a shame
this is why my dua is always about kelancaran, kemudahan, diangkat hal hal yang membebaninya, dekatkan oportunitiesnya, dan kalau belum, dihalalkan rezekinya
Gua tuh bingung bgt. Mau kerja di Jerman, Korea, Jepang, China, dkk harus belajar bahasa mereka. Pas kerja di Indo harus belajar bahasa di luar bahasa Indo??? Knp ga org luar aja gt yg belajar bahasa kita..?
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini
di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!!
panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔
buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.