Temen2 masih inget sama kasus pelecehan ini nggak? Kasusnya mandek guys, korban malah mau dituntut UU ITE sama pelaku. Laporan korban jg ga ditindaklanjuti polisi, malah diketawain dan disalahin.
Ayo bantu korban dpt keadilan. No viral no justice! Bantu ramein yaa🥹
⚠️TW P3MERKOSAAN‼️
Masih inget kasus ini? Kasian banget korbannya. Sampai sekarang mandek dan belum ada penangkapan. Parahnya, oknum isolop malah membela pelaku. Aneh 💚
https://t.co/GgyLB9YwLB
emang ngaruhnya apa deh dibenci orang? laki-laki tetep bisa lanjutin hidup, makan enak, bekerja, lanjut jadi enablers atau pelaku kekerasan berbasis gender kek gini @geskaputra
kebencian yg dirasa perempuan ya karena udh lebih dulu sering tertindas.
💔 “Dia baru 14 tahun… bukan lawan, bukan ancaman. Hanya anak yang sedang pulang, tapi nyawanya direnggut dengan cara tak termaafkan.”
Arianto Tawakal, siswa MTs di Tual, Maluku, tewas setelah kepalanya dipukul helm oleh oknum anggota Brimob. Kejadian yang kini memantik duka dan tuntutan keadilan dari seluruh Indonesia.
Kasus ini telah mengubah status pelaku menjadi tersangka, proses etik sedang berjalan, dan Polri pun memecat oknumnya sebagai langkah awal penegakan hukum.
Ini lebih dari sekadar berita, namun ini tentang nyawa seorang anak dan panggilan hati nurani kita sebagai bangsa. 🕯️
Warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan oleh dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun
Korban diketahui merupakan seorang santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Sukabumi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami kekerasan berulang yang dilakukan oleh ibu tirinya. Kekerasan tersebut disebut terjadi dalam jangka waktu cukup lama
Saat dilarikan ke rumah sakit, korban ditemukan mengalami luka serius di berbagai bagian tubuhnya. Kondisinya terus menurun meskipun telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Sebelum kondisinya memburuk, korban sempat mengungkap kepada pihak keluarga bahwa sosok “mamah” yang selama ini tinggal bersamanya merupakan orang yang menyebabkan dirinya mengalami kesakitan
Ayah kandung korban dilaporkan sangat terpukul setelah mendengar langsung penjelasan dari sang anak terkait dugaan perlakuan kasar tersebut. Informasi sementara menyebutkan, korban diduga kerap mengalami pemukulan serta perlakuan kejam lainnya, termasuk dipaksa meminum air panas oleh terduga pelaku
Setelah beberapa waktu menjalani perawatan di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta mengguncang warga sekitar.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dan sedang menjalani proses pemeriksaan untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik dugaan kekerasan tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan aparat penegak hukum
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya perlindungan terhadap anak, terutama dalam lingkungan keluarga. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan di sekitar mereka dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan KDRT atau kekerasan terhadap anak!!!
Alfatihah dek 🥹🙏🏻
anggota brimop Maluku (Kota Tual) Melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang Anak dibawah umur hingga tewas mengenaskan 😡
cc @DivHumas_Polri ini yang dinamakan penganyomi Rakyat
A (14) naik motor di ruas jalan RSUD
Maren. tbtb seorang Brimob
lompat & mukul pakai helm hingga
terjatuh. A pendarahan dari mulut &
hidung krn benturan belakang kepala
kakak korban bilang mereka narik A layaknya binatang, ga digendong tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dgn posisi menyamping
saksi mengatakan ada upaya dari anggota untuk menyatakan bahwa korban melakukan balap liar
Dari wajah anaknya sdh terlihat trauma, ketakutan, sakit dan lelah.
Dari wajah bapanya kaget dan marah.
Dari wajah ibu tirinya keliatan aura setannya.
Husnul khatimah dek surga tempatmu.🙏
Kota Tual – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan sekelompok masyarakat Kota Tual mendatangi Kantor Brimob setempat pada hari Senin, (19/2/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh dugaan keterlibatan beberapa anggota Brimob dalam insiden pemukulan terhadap remaja di bawah umur yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Masyarakat yang hadir dalam demo tersebut menuntut agar anggota Brimob yang diduga terlibat dalam pemukulan segera diproses secara hukum.
Mereka mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan malah menjadi pelaku kejahatan.
"Kami tidak akan diam. Kami ingin keadilan bagi anak-anak kami yang jadi korban. Kami meminta pihak berwajib untuk menindak tegas oknum anggota Brimob yang melakukan pemukulan tersebut, yang menyebabkan kematian," ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Pihak kepolisian dan aparat Brimob setempat, meski sempat menghadapi aksi protes tersebut, berjanji akan menindaklanjuti laporan dan melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Sementara itu, keluarga korban, yang diketahui merupakan remaja berusia di bawah umur, sangat terpukul dengan peristiwa ini.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan tuntutan agar tindakan kekerasan oleh anggota kepolisian tidak terulang lagi dan agar transparansi dalam proses hukum tetap dijaga.
@tanyarlfes Oh dituduh balap liar.
Nih si PELAKU/PEMBUNUH,
Brimob Preman MESIAS SIAHAYA.
Kok bisa orang bentukan kayak mental preman jaman bocilnya begini, bisa keterima jadi polisi??
Dan ketika jadi polisi jadi tengil, memanfaatkan untuk "MEMBULLY" orang-orang yang lemah di bawahnya.