@boxxtoc Setuju, kalo masyarakat masih tergiur sama uang 100rb tapi syaratnya disuruh demo artinya selain gak mampu mensejahterakan rakyat tapi mau ga mau memelihara kemiskinan biar ada terus orang yang mau “dibayar” buat kaya gini.
Hiii buat yg masih “belain” dan ngerasa “ya emg kenapa sih”.
ini wajar org2 marah banget, jgnkan jadi komisaris jd pegawai di perusahaan2 tersebut tahapannya panjang &susah.
Jabatan komisaris tuh gabisa “asal comot” aja, harus kompeten. Aku coba jelasin dari perspektif yg aku pelajari selama kuliah hukum yaa..
berdasarkan UUPT, dewan komisaris itu tugasnya mengawasi atas kebijakan direksi, jalannya pengurusan Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi.
Kalau komisarisnya diangkat berdasarkan “relawan pemerintah&pendukung pemerintah” tanpa punya kompetensi dalam jabatannya, mau gimana dia mengawasi direksi? mau gimana dia memberi nasihat kepada direksi? mau gimana dia mengawasi kebijakan direksi? dianya aja ga ngerti & ga kompeten.
demi aaaaallllaaaaaah presiden ternyinyir, gapunya wibawa sama sekali. SUMPAH. dan lucunya tuh kualitas ini udah keliatan dari pemilu tapi kok bisa sih ya allah kok BISAAAAAAA ada SETENGAH LEBIH populasi indonesia yang dukung dia aku capek banget sumpah.