#tingmeen part of keluarga kecil ayah, mima, dan rainbow baby ~
Ini adalah kisah sebelum baby lahir alias masih di perut mima...
Mima di trimester 1 itu hampir gak ngapa-ngapain, ini karena riwayat kehamilan ektopik di kehamilan sebelumnya, jadi, kondisi mima itu rentan banget. Kemana-mana harus di gendong ayah.
Ada satu waktu dimana mima gak mau ngerepotin ayah yang rela wfh karna harus ngurusin mima, mima merasa gak enak dan merasa jadi beban. Waktu mima butuh ke toilet buat pee, mima gak manggil ayah. Mima coba jalan sendiri, inisiatif yang malah bikin ayah hampir jantungan begitu masuk kamar karna liat mima pendarahan, tepat di depan pintu kamar mandi.
Di rumah sakit, mima berkali-kali minta maaf, genggam tangan ayah kuat —takut ayah pergi. Mima paling takut ayah marah, karna kalau ayah marah pasti selalu minta waktu untuk sendiri dulu.
Sejujurnya, waktu itu ayah marah banget. Bukan karna mima yang pendarahan —ayah tau banget gimana kondisi mima saat itu. Yang bikin ayah marah itu karena mima merasa gak enak ke ayah, rela ngelakuin sesuatu sendiri dan sepenuhnya abai sama omongan ayah yang udah berkali-kali bilang "panggil aku kalau butuh apa-apa" di situlah ayah mikir kalau dia adalah suami yang tidak berguna, padahal kalau mima minta di gendong sampai ujung bojong soang juga ayah siap siaga.
Dua-duanya nangis, yang satu nangis karena merasa bersalah, yang satu lagi nangis karena merasa gak berguna jadi suami. Tapi untungnya hal itu gak berlangsung lama, di malam yang sama, baik ayah maupun mima obrolin baik-baik apa yang mengganjal di hati dan pikiran masing-masing, tentunya setelah keduanya tenang dan bisa berfikir jernih.
Dari obrolan itu, hari-hari berikutnya gak ada lagi pemikiran jelek mima tentang dirinya yang ngerepotin ayah, dan gak ada lagi ayah yang mikir kalau dia gak berguna, semua kembali seperti semula. Mereka jadi makin lengket kaya perangko —sebenernya mima yang tambah manja gak mau di tinggal ayah.
Karena kejadian itu juga, ayah memutuskan untuk pindah kamar ke lantai 1 selama mima hamil, kepalang panik dan mima yang merintih sakit, ayah jadi hampir kepeleset di tangga. Maka dari itu dengan kesepakatan bersama, jadilah mereka pindah kamar. Amit-amit kalau mima pendarahan lagi dan amit-amit kalau ayah kepeleset karna panik bukannya nolongin mima malah dua-duanya jadi pasien.