Suara Tuhan adalah bunyi alam, manusia aksara Nya, dan wajah kekasih Nya ialah Mim.
Sementara kita adalah seonggok daging, segumpal dosa, yang sedang berjalan menuju kematian tanpa kepastian.
Satu-satunya harapan kita gantungkan pada ruang taubat yang begitu aku, itupun entahlah.