*lagi makan pempek mau bayar
"berapa mas? tadi pempek 1 porsi, es teh, sama singkong rebus"
"singkong rebus nya gausah mas, itu makanan saya dibawain istri :((
"maaf bang😭😭😭"
sumpah malu bgt😭😭😭
@mhuseinali@BNI Dikembalikan, tapi ga semuanya. Parah sih ini mah ckck
Pelaku udah keluar dari BNI, tapi pas melancarkan aksinya, tuh pelaku statusnya masih karyawan BNI.
Berarti ada yang salah sama pengawasan BNI, sampe ada oknum karyawan jahat kya gitu.
Nih muka pelakunya. Tandain! 🫵
selama ini cukup byk yaa oknum ojol yang gajelas, sekarang gw kena juga dan KOCAKnya nih ojol lewat depan muka gue tapi ga berhenti malah jalan trus sampe yg awalnya cm semenit jadi menjauh 6 menit???
kalau emg niatnya gamau pickup kenapa ga blg dari awal ajasih? @GrabID
saya jg suka cerita sama almarhum bapak di kuburan, tapi syaratnya semua orang harus pulang dulu, baru bisa cerita karna seakan2 berdua sama bapak seperti pas saya masih sekolah.
ria ricis di level yg berbeda, kok bisa ya kaya gini dikontenin dan biasa aja??? 😳
Baru aja kejadian di aku.
Ngasih ortu 300jt untuk dp haji plus malah dipake beli tanah trus dikapling 3.
Kata ayah ku “kasian abang mu 36 tahun belum punya rumah”
*Di chat ketawa aja. Dalam hati “ya Allah kewajiban ku dah selesai”
“Normalisasi ga usah ngasih THR”
“Normalisasi gausah silaturahmi”
Guys, jangan coba-coba hilangin vibes lebaran ya. Kalo pelit dan males sendirian aja gausah sembunyi dibalik normalisasi😅
Kata habib jafar : “yang ga sampai di kita, Jangan di cari tau. Yang sampai dari mulut orang lain, jangan dipercaya. Yang sampai dari mulut orangnya langsung, dimaafkan”
Mohon maaf lahir batin ya semua 🙏🏻
Netizen yang budiman, tolong dipahami dulu: sistem pendidikan dan hukum di Singapura itu beda.
Kalau ngerasa “kok gak adil, kok begini, kok begitu,” karena memang aturan dasarnya beda dan kita gak terbiasa dengan sistem negara lain.
Singapore menganut common law system (warisan Inggris), jadi banyak prinsip hukumnya mirip UK, Australia, dll. Salah satu prinsip utamanya: seseorang dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di PENGADILAN. Jadi nunggu pengadilan dulu, baru nanti ada putusan resmi soal penahanan.
Sementara Indonesia menganut civil law (warisan Belanda). Di Indonesia, kalau ancaman hukumannya di atas batas tertentu, penyidik bisa:
• langsung melakukan penahanan
• ditahan 20 hari dan bisa diperpanjang, dst.
Di Singapore, pendekatannya lebih ke:
liberty dulu, kecuali ada alasan kuat untuk menahan.
Makanya, penahanan sebelum sidang itu, tidak otomatis. Istilahnya remand (tahanan sementara). Kalau dinilai tidak berisiko kabur, tidak membahayakan, tidak mengganggu proses, orangnya bisa keluar dengan bail (jaminan) sambil nunggu tanggal pengadilan.
Tapi begitu sudah terbukti bersalah, Singapore justru terkenal tegas:
• hukuman berat
• penjara serius
• denda tinggi
• larangan mengemudi seterusnya
• bahkan hukum cambuk (untuk jenis kasus tertentu)
Jadi bukan berarti hukumnya “lembek”, tapi memang beda sistem. Kalau kita ngerasa “kok gak adil banget ya?” itu wajar banget, karena kita kebiasa sama sistem di negara kita sendiri, jadi pas lihat sistem negara lain yang beda, rasanya bisa kaget dan terasa gak fair.
Karena sistemnya berbeda, mari hargai perbedaannya, prosesnya, dan jalurnya. Proses hukum masih berjalan kok. 🙏🏻