Wey babiik, kok bisa akun resmi sekretariat kabinet pakai hook orang demo cuma buat di-invalidasi dengan video "pesta Rakyat" yang gak ada hubungannya.
Pemerintah buzzing-nya udah gak pake akun anon, ava kpop, dan ava anime lagi. Tapi pake akun centang abu. Fakyu.
Negara lu lagi banyak bencana, dongo. Malah masih cari validasi kalo presiden lu dicintai. Masuk neraka sana!
Pesantren menelepon karena anakku kabur. Dia ditemukan di IGD.
Pengurus bilang dia mencuri ponsel milik kakak kelas lalu keluar lewat pagar belakang. Mereka meminta kami membawanya pulang setelah dia menulis surat permintaan maaf.
Di IGD, anakku masih menggenggam ponsel itu.
Dia hanya mau menyerahkannya kepadaku.
Di dalamnya ada video anak kelas bawah disuruh merangkak sambil disiram air.
Yang merekam adalah kakak kelasnya sendiri.
Di akhir video, suara seorang pembina terdengar berkata, “Hapus sebelum besok.”
Anakku mengambil ponsel itu sebelum videonya sempat dihapus, lalu lari mencari kantor polisi. Dia pingsan di pinggir jalan lebih dulu.
Pimpinan pesantren datang malam itu dan meminta ponselnya dikembalikan.
Katanya tindakan kakak kelas itu akan diselesaikan secara internal. Kalau videonya keluar, ratusan santri yang tidak bersalah ikut menanggung malu.
Dia juga mengingatkan bahwa anakku tetap melakukan pencurian.
Aku menyalin videonya sebelum menyerahkan ponsel kepada polisi.
Anakku dikeluarkan tiga hari kemudian.
Orang tua anak di dalam video memilih tidak melapor. Mereka takut anaknya tidak diterima di sekolah lain.
Di surat yang menyatakan anakku dikeluarkan tertulis satu pelanggaran berat: membawa barang milik orang lain keluar area pesantren.
Tidak ada satu baris tentang isi ponselnya.
cc : rgjan03
@parfum_idol@massmull_ Lu keknya nolep bgt ya bg? Weekend bagusnya nongkrong bareng temen, kumpul keluarga, atau me time. Bukannya malah sibuk julid berkedok kritik ke anak remaja 20 thn.