Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Biaya makan sebulan 2,5jt udah hemat banget itu ,biaya listrik,wifi,air 800 juga udah irit padahal.. terkadang memang biaya tak terduga itu yang bikin zonk semua nya
Guys, ada cerita yang bikin aku mikir lama setelah bacanya.
Jadi...
Ada pasangan suami istri. Dua-duanya kerja keras. Dua sarjana. Dua karir yang dibangun dari nol. Gaji suami Rp 8 juta, istri Rp 6 juta. Total Rp 14 juta sebulan masuk rekening.
Harusnya cukup kan?
Tapi tiap akhir bulan mereka buka aplikasi banking dengan perasaan was-was. Dan angkanya selalu sama. Minus. Bulan ini minus Rp 340 ribu. Bulan lalu minus Rp 820 ribu. Dua bulan lalu minus Rp 1,2 juta.
Sampai suatu malam si suami bilang "Yuk kita hitung beneran."
Mereka duduk. Buka notes. Tulis satu-satu.
Kontrakan Rp 3 juta. Listrik air internet Rp 800 ribu. Cicilan dua motor Rp 1,5 juta. Makan sehari-hari Rp 2,5 juta. Bensin Rp 600 ribu. Kebutuhan anak Rp 1,2 juta. BPJS dan asuransi Rp 400 ribu. Kiriman ke orang tua Rp 1 juta.
Total Rp 11 juta. Sisa Rp 3 juta.
Si istri napas lega. "Masih ada tiga juta. Harusnya cukup."
Tapi belum selesai.
Bulan ini ada kondangan teman kantor plus nengok bayi Rp 600 ribu. Anak demam dokter dan obat Rp 450 ribu. Seragam anak baru Rp 380 ribu. Tagihan kartu kredit bulan lalu yang ketunda Rp 870 ribu. Servis motor Rp 350 ribu. Dan pengeluaran kecil-kecil yang susah dilacak sekitar Rp 700 ribu.
Total dadakan itu Rp 3,35 juta.
Mereka diam lama banget malam itu.
Bukan karena ribut. Tapi karena sadar. Rp 3 juta yang "harusnya cukup" itu selalu kalah sama pengeluaran tak terduga yang ternyata selalu datang setiap bulan. Beda wujudnya tapi selalu ada.
Dan yang lebih menyakitkan...
Ini bukan soal mereka boros. Survei bilang 6 dari 10 milenial Indonesia gajinya habis dalam dua minggu pertama. 40 persen masyarakat tidak punya tabungan darurat sama sekali. Biaya hidup naik rata-rata 8 persen per tahun sementara gaji naik 6 sampai 7 persen.
Kita semua berlari. Tapi treadmill-nya lebih cepat.
Kontrakan yang dulu Rp 1,8 juta sekarang Rp 3 juta. Susu anak yang dulu Rp 180 ribu sekarang Rp 290 ribu. Bensin yang dulu Rp 7.650 per liter sekarang Rp 10 ribu. Gaji naik 60 persen tapi biaya hidup naik 60 sampai 70 persen.
Angka inflasi resmi bilang 2,8 persen. Tapi dompet kita merasakannya jauh lebih dalam dari itu. Diam-diam. Konsisten. Tanpa pengumuman.
Setelah malam itu mereka mulai berubah.
Rekening dipisah jadi tiga. Rekening tetap untuk kebutuhan rutin. Rekening darurat untuk kejadian tak terduga. Rekening bebas untuk pengeluaran santai. Gaji masuk langsung otomatis terbagi.
Mereka sepakati minimal Rp 500 ribu per bulan khusus untuk pos tak terduga. Bukan ekstra. Tapi wajib seperti bayar kontrakan.
Kondangan dan kiriman orang tua juga akhirnya dimasukkan sebagai pengeluaran tetap. Karena ternyata itu selalu ada tiap bulan. Selama ini cuma tidak pernah dihitung.
Mereka juga audit langganan digital yang lupa di-cancel. Ternyata lumayan juga angkanya.
Dan satu aturan sederhana yang mereka sepakati bersama. Pengeluaran di atas Rp 300 ribu harus ngobrol dulu. Tidak boleh sendiri-sendiri memutuskan.
Bulan pertama setelah itu mereka tidak minus.
Bukan karena gaji naik. Tapi karena akhirnya jujur sama angkanya sendiri.
Dan aku rasa banyak dari kita yang sebenernya ada di posisi yang sama. Gaji cukup. Tapi entah kemana perginya.
Karena banyak yg tanya, aku jelasin stepnya ya.. [thread]
1. Pertama kalian harus download dulu aplikasi namanya Digital Korlantas..
yang peru disiapin itu
- Foto SIM
- Foto KTP
- Pas Foto 3x4 (latar biru)
- Foto Tanda Tangan latar putih
2. Tes Kesehatan di e-rikkes/id ini ada di aplikasi korlantasnya tinggal ikuti stepnya, ini tes umum kaya riwayat sakit dan tes buta warna, ini gratis
3. Tes Psikologi di epPsi, ini ada didalam aplikasi korlantasnya, tinggal ikuti stepnya aja, ini lumayan banyak soalnya jadi harus sabar2, ini berbayar Rp 77.500
4. Kemudian pembayaran perpanjangannya
SIM = Rp 75.000
Biaya layanan = Rp 10.000
Biaya pengiriman = Rp 22.501 (kalau express 31.501
Total = Rp 107.501
pembayarannya hanya melalui virtual account bni
Jadi total aku bayar sekitar Rp 185.000
Dan pengiriman itu kurang lebih 3-5 hari tergantung lokasi, dan usahakan maksimal 2 minggu sebelum masa aktif SIM habis.
Selamat mencoba!
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Bayangin, di depan publik, pakai mic, ada orang yg bisa seenaknya mengumbar kekerasan dgn ancaman yg mengerikan “gorok leher”, apalagi orang tersebut di posisi yg punya tanggung jawab publik.
Ancaman kekerasan brutal ini ga boleh didiamkan. Harus ada tindakan.
Surakarta ambrol.
Diendors Mulyono, Respati menang.
Mbiyen Tan Malaka turun ke Solo bersama Barisan Banteng, memimpin gerakan revolusi sosial anti-swapraja untuk melawan dinasti di Surakarta.
Hari ini Solo kembali ke tangan dinasti, melalui demokrasi. Ironi...