Saat Raja Mesir Ar-Rayyan bin Al-Walid bermimpi tentang masa paceklik, Nabi Yusuf tidak hanya berkata, “Tenang, Allah sudah menjamin rezeki kita.” Beliau justru menyusun strategi, mengelola cadangan pangan, meningkatkan produksi serta melakukan mitigasi risiko selama 7 tahun. Tawakal bukan berarti menafikan ikhtiar. Jaminan Allah itu pasti, namun mengajarkan perencanaan, kehati2an dan pengelolaan yang baik adalah sunnatullah yg harus kita lakukan.
Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak 109 jabatan tinggi. Puluhan polisi naik pangkat menjadi jenderal atau komisaris besar.
Beberapa di antaranya pernah tersandung pelbagai kasus dan penyelewengan jabatan. Ada yang terlibat merekayasa pembunuhan ajudan Ferdy Sambo, ada yang terendus menjadi beking tambang nikel ilegal.
Berkala Siang membahas siapa polisi yang naik pangkat dan jabatan penting serta latar bekalang profilnya yang kelam.
Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC - Royal Commission for Riyadh City).
Kali ini, anggota dewan penasihat RCRC berkumpul dalam acara RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing kota Riyadh.
Datang bersama Karsa City Lab di sini, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi.
Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi. Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global, tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tapi jadi tamu memesona di panggung dunia.
Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota-kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya, serta jadi teladan bagi kota-kota lain di dunia.
KPK menyatakan peraturan dalam pelaksanaan program MBG belum memenuhi standar yang berlaku.
Terutama, dalam mengatur tata kelola program sejak perencanaan hingga pengawasan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Spekulasi yang muncul setelah bocornya rencana kesepakatan tentang akses udara (blanket overflight access) bagi pesawat militer Amerika Serikat di Indonesia adalah bahwa terdapat upaya untuk 'mengamankan' Selat Malaka pascablokade Hormuz.
Baca di sini: https://t.co/fxs2ekfgpL
~AA #SelatMalaka #SelatHormuz #Amerika
Lebih dari 1 juta warga Eropa mendesak UE membekukan hubungan dengan Israel lewat petisi. Inisiatif ini lolos ambang ECI dan jadi yang tercepat. Desakan muncul karena dugaan pelanggaran HAM dan hukum internasional.
Baca selengkapnya: https://t.co/xggDPoc6rW
~RK #eropa#israel #petisi
Saya sudah menonton lengkap ceramah/pidato pak Jusuf Kalla (JK).
1) Kalau kita menonton video tersebut secara keseluruhan dan meletakkan pidato tersebut pada konteks yang ingin dituju dan disampaikan: sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung.
Berikut penjelasannya:
2) Dalam video tersebut pak JK sedang berbicara dari sudut tokoh atau orang yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon, selaku pelaku sejarahnya langsung.
3) Pak JK menjelaskan realitas dan fakta di lapangan ketika itu — yang beliau lihat, alami dan dengar sendiri — dimana “sentimen” agamalah yang membuat konflik tersebut jadi berkepanjangan, berdarah-darah dan memakan banyak korban. Karena kedua belah pihak sama-sama meyakini sedang “berjuang bahkan berperang dijalan suci”.
4) Gaya komunikasi Pak JK dalam ceramah tersebut aku melihat: memang berfokus pada pendekatan historis, sebagai pelaku sejarah langsung. Daripada sekadar menyebutkan istilah agama tertentu secara benar dan tepat. Karena memang ini bukan ceramah “akademik” tentang perbandingan agama.
5) Kalau mau tepatnya, kalau di Islam ada “mati syahid", kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut “mati sebagai Martir”. Itulah yang mungkin pak JK lihat ada di benak dan dipusaran 2 kelompok yang bertikai saat itu. Sama saja sebenarnya keduanya. Karena iman dan keyakinan-nya, masing-masing pihak rela menantang maut bahkan mati mengorbakan nyawanya untuk konflik ini.
6) Melalui pidatonya ini aku melihat, pak JK malah sedang mengingatkan kita kembali — generasi sekarang — tentang bahayanya radikalisme dan konflik berlatarbelakang agama. Inilah inti pidato pak JK.
7) Jadi menurutku, tidak perlulah kita umat Kristen tersinggung karena pidato pak JK tersebut. Karena pidato tersebut bukan mau menyerang ajaran agama kita. Pidato itu bukan ceramah yang mau membedah ada tidaknya “mati syahid” dalam ajaran Kristen? Bukan itu.
8) Fakta yang tidak bisa dibantah, konflik Ambon itu memang nyata dan benar ada. Poso juga. Dan yang bertikai sama-sama membawa keyakinan Agamanya ke pusaran konflik. Itulah yang membuat 2 kelompok yang bertikai jadi sama-sama teradikalisasi dan “ganas” (kalau istilahku). Berbeda dengan konflik dan kerusuhan umumnya.
9) Dan faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut.
10) Terakhir: sebagai penutup, mari kita lihat bagian lain dari pidato itu — yang satu kesatuan juga sebenarnya dengan video yang viral — dimana pak JK menegaskan bahwa tidak ada agama, baik itu Islam ataupun Kristen yang mengajarkan membunuh orang masuk surga.
Berikut saya kutip ucapan pak JK:
“Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada.”
11) Ucapan diataslah sebenarnya inti dari pidato/ceramah pak JK. Mau agama apapun, tidak ada itu masuk surga kalau membunuh. Apalagi membunuh saudara sebangsanya sendiri. Baik di Islam atau Kristen, tidak ada namanya mati syahid kalau membunuh orang tak bersalah!
12) Terkait laporan polisi yang sudah masuk, menurutku tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. Karena memang dari ucapan pak JK tidak ada “mens rea” nya. Tidak ada kandungan niat jahatnya untuk memojokkan, menjelekkan apalagi menista agama Kristen. Karena pidato itu memang bukan tentang agama atau ajaran agama tertentu. Tapi tentang konflik berlatarbelakang agama yang tidak boleh lagi terulang di bangsa ini.
13) Kedua pelapor aku kenal baik. Sahat dan Gusma, keduanya orang baik, terpelajar, generasi terbaik dan pemimpin muda yang ada di Kristen Protestan & Katholik saat ini. Aku yakin akan ada penyelesaian yang baik terkait masalah ini.
14) Sekali lagi: inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang.
Demikian sikapku
Hormatku,
JANSEN SITINDAON
@aril_piterpen1@gojekindonesia Keburukan gak hanya pd ojol, cust jg ada, bln puasa kmrn yg order lk, kirim utk pr, pas dilokasi, yg pr gak order, yg lk sy tlp lalu dia tlp yg pr, bhs ditlp kasar banget, yg pr gak mau tlp lagi, si lk malah gak mau bayar, order tunai 140k
Alhamdulillah bisa diselesaikan gojek 👍🏼
Lah coba Anda berpikir lurus. Kenapa video itu dimunculkan setelah JK bicara buktikan ijazah Jokowi? Kenapa tidak diviralkan, satu hari atau dua hari pasca ceramah? Tak bisa melihat realitas hanya dengan kaca mata lahir.
Dear Rismon,
Ingatkah kamu,
Tanggal 15 April 2025.
Ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM.
Kita duduk bertiga: aku, kamu, dan dan mas Roy Suryo.
Pertama kali tiga pasang mata kita dan tiga pasang tangan kita, menyaksikan dan memegang Skripsi Palsu milik Joko Widodo.
Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa.
Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan.
Kita menjadi tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy,
menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri.
Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan.
Aku masih ingat caramu berbicara waktu itu,
penuh keyakinan, penuh api.
Seolah kita semua adalah bagian dari barisan kecil yang ditakdirkan untuk menyalakan terang di tengah gelap yang sudah terlalu lama dibiarkan.
Kita tertawa. Kita berdiskusi. Kita merancang langkah-langkah.
Dan di antara semua itu, tidak ada sedikit pun keraguan bahwa kita berada di sisi yang benar.
Tapi Rismon,
jalan yang kita pilih ternyata bukan jalan lurus. Ia berkelok. Ia gelap. Ia penuh jebakan.
Dan yang paling menyakitkan, kadang bukan musuh di depan yang melukai, tapi perubahan arah dari mereka yang dulu berjalan di samping kita.
Ada satu bagian dari perjalanan ini yang sampai hari ini masih mengganjal, dan jujur saja, itu yang paling membuat hati ini terasa berat.
Tentang ijazah Yamaguchi itu.
Tentang surat keterangan kematian yang dikabarkan lawan kita.
Hal-hal yang, aku tahu, membuatmu berada dalam posisi yang tidak mudah. Mungkin kamu merasa terancam. Mungkin kamu merasa sendirian. Mungkin kamu takut.
Tapi justru di situlah, seharusnya kamu kembali ke kami.
Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah?
Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing.
Kita berjalan sebagai tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai adik,
yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi.
Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon.
Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur.
Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu.
Tapi yang terjadi, justru sebaliknya.
Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan.
Bahkan kamu sekarang memusuhi kami.
Dan di sinilah pertanyaan itu tak bisa lagi aku tahan:
Mengapa kamu berkhianat?
Bukan hanya kepada kami.
Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulus…
Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini.
Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama.
Apakah semua ini sepadan, Rismon?
Apakah rasa takut itu lebih besar
daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan?
Aku tidak menulis ini dengan amarah.
Aku menulis ini dengan luka.
Karena kehilangan seorang lawan itu biasa.
Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya.
Namun satu hal yang harus kamu tahu, Kebenaran tidak pernah berubah, meski manusia bisa.
Dan pintu untuk kembali pada kebenaran, tidak pernah tertutup.
Seberat apa pun langkah yang sudah kamu ambil, selama masih ada keberanian untuk jujur,
selalu ada jalan pulang.
Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal:
Kita pernah menjadi tiga sahabat.
Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus. Tak akan bisa dihapus oleh apa pun.
Aku, dr Tifa, menulis ini untukmu, Rismon,
dengan pilu yang tak terucap.
Yaa Allah… 😭💔
Ketika kebenaran dijadikan musuh, maka para pembawa kebenaran akan menjadi target.
Hari ini, Muhammad Wishah—seorang jurnalis Aljazeera Mubasher yang selama ini menyuarakan realitas Gaza, dibunuh oleh serangan udara Zionis, saat ia hanya sedang menjalankan tugasnya, di dalam mobilnya.
Ia tidak membawa senjata. Ia membawa kebenaran. Dan itu cukup untuk membuatnya dibungkam.
Zionis hari ini sibuk membunuh. Membungkam. Membantai.
Lalu… kita sibuk apa?
Jika pembunuhan demi pembunuhan ini tidak lagi mengguncang hati kita… tidak lagi membuat dada kita sesak… tidak lagi menggerakkan langkah kita… maka ada yang salah.
Mungkin… kita sudah tidak lagi menjadi satu tubuh. Mungkin… kita hanyalah potongan tubuh yang telah lama diamputasi— kehilangan rasa, kehilangan empati, kehilangan nyawa. —
Rasulullah ﷺ bersabda: “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, menyayangi, dan empati… seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit.”
Hari ini Gaza masih terluka. Dan pertanyaannya sederhana: Apakah kita masih merasa sakit… atau sudah mati rasa?
(Muhammad Husein Gaza)
—
Perpisahan yang memilukan dan pembungkaman atas kebenaran yang dilakukan oleh Zionis!
(GazaUpdate)
Kami bersuara bukan karena benci
Kami bersuara bentuk cinta negeri
Tidak semua hal pemimpin ketahui
Karena itu kami sampaikan disini
"Asal Bapak Senang" tradisi banyak pejabat kini
Demi jabatan langgeng fakta data dimanipulasi
Kalau tidak ada yang sampaikan ini
Bagaimana pemimpin bisa memperbaiki negeri ?
Kami tulus mencintai bangsa dan negara ini
Demi masa depan anak cucu kita di masa nanti
Kita semua Cinta Indonesia
Kita mendukung siapapun pemimpin yang amanah terhadap rakyatnya
Semoga Aman Jaya Sejahtera Indonesia
Aamiin ya Allah aamiin..
Teman - teman yang masih setia bersuara, berjuang bersama, silahkan absen ya..
Akun kawan lama yang sempat tumbang dan buat baru, tolong sebut nama akun lamanya ya biar aku kenali...
Untuk teman-teman yang masih setia, silahkan tinggalkan jejak..
Insya Allah aku follback ya 🙏
Bantu share ya..biar makin ramai, tau siapa saja yg masih sebarisan..
Makasih semua 🙏
Salam Akal Sehat ✊️
"Pengabdian Tiada Akhir"