@nahdiyinbersatu Ya karena relijiusitas memang tdk berbanding lurus dg moralitas. Ngajinya tdk mampu membentuk akhlak mulia & kesadaran spiritual yg tinggi. Kyai & Ulama-nya sekedar membangun kultus individu.
INFO ORANG HILANG
Nama : Alviansyah
Usia : 11 tahun
Alamat : Kp. Nambo rt 3 rw 2, Desa Sukajaya, Kec. Tamansari, Bogor, Jawa Barat
Ciri-ciri : menggunakan baju bola hitam putih dan bawa sweater hitam
Kronologi : izin untuk potong rambut dari jam 2 siang hari selasa (18/08) namun belum pulang hingga saat ini.
Jika ada yang melihat harap hubungi Radio Elshinta 0215869000 / 0811806543
Presidennya yg harus diingatkan, perbaiki komunikasinya. Pembantunya kan banyak, suruh kerja, bantuin dong presiden. Beliau pemimpin tertinggi, beliaulah yg harus pandai-pandai dalam berkomunikasi dg seluruh rakyatnya.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengajak publik melihat konteks utuh dari pernyataan Presiden yang berkenaan dengan sebutan "londo ireng."
Menurut dia, pernyataan yang disampaikan merupakan kiasan politik dan tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi, media massa, maupun kelompok tertentu.
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
Sujiwo tejo berpendapat
Gak apa² presiden mengucapkan kata ndasmu, kalo perlu ditambah tai,jancuk, kon, gak apa² yang penting lebih baik tidak munafik 🙌
Guys kalian tau kasus ini ga? Lagi rame di fb dan thread
Beritanya gini:
Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) asal Kepulauan Riau harus menelan kekecewaan setelah gagal berangkat ke Manokwari untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Padahal, mereka sudah datang ke Jakarta dengan koper, seragam lomba, dan semangat penuh buat mengharumkan nama daerah. Sayangnya, saat hendak check-in di bandara, mereka baru mengetahui kalau tiket yang mereka pegang ternyata masih sebatas pemesanan dan belum dibayar. Akibatnya, rombongan yang sudah dilepas resmi oleh pemerintah daerah itu terpaksa batal terbang dan kehilangan kesempatan tampil di ajang nasional.
Meski mimpi mereka pupus di depan mata, para peserta memilih menyikapinya dengan cara yang bikin banyak orang salut. Alih-alih marah atau membuat keributan, mereka justru menyanyikan lagu yang seharusnya dibawakan di panggung lomba, tepat di area Bandara Soekarno-Hatta. Aksi itu langsung menyentuh hati banyak orang dan viral di media sosial. Di sisi lain, kejadian ini juga memunculkan banyak pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. Publik pun mendesak agar persoalan ini diusut tuntas, sementara 27 perempuan asal Kepri itu tetap dikenang sebagai sosok yang menunjukkan keteguhan, profesionalisme, dan semangat meski gagal tampil di panggung yang mereka impikan.